BMKG: Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang 10-12 Juni 2026
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat dan angin kencang pada 10-12 Juni 2026 di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan itu dikeluarkan pada 11 Juni 2026 dan mencakup daerah dengan potensi hujan sedang hingga sangat lebat, disertai risiko angin kencang akibat dinamika atmosfer regional.
Ringkasan peringatan
BMKG menyebut beberapa provinsi berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat. Tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas atau hujan ekstrem pada laporan hari ini. Peringatan bertingkat diberikan untuk mengantisipasi potensi gangguan aktivitas dan transportasi.
Daerah berpotensi hujan sedang hingga sangat lebat
Menurut BMKG, wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat berstatus Siaga meliputi:
- Sumatra Utara
- Sulawesi Barat
- Maluku Utara
- Maluku
Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat dan berstatus Waspada antara lain:
- Aceh
- Sumatra Barat
- Riau
- Jawa Timur
- Kalimantan Tengah
Selain itu, BMKG juga mencatat sejumlah wilayah lain berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat, antara lain:
- Nusa Tenggara Barat
- Kepulauan Bangka Belitung
- Nusa Tenggara Timur
Kutipan resmi BMKG
Sementara itu, Aceh, Sumatra Barat, Riau, Jawa Timur, hingga Kalimantan Tengah berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat atau berstatus Waspada, kata BMKG dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Analisis iklim dan dinamika atmosfer
BMKG menjelaskan kondisi iklim global saat ini menunjukkan pengaruh El Niño di Samudra Pasifik. Indikator yang dicatat antara lain indeks Niño 3.4 sebesar +0,69 dan nilai SOI sebesar -16,0. Kondisi ini umumnya mengurangi potensi curah hujan di beberapa wilayah.
Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, ucap BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia periode 5-11 Juni.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation terpantau pada fase 7 hingga 8 sehingga pengaruhnya terhadap keseluruhan Indonesia relatif kecil. Namun, pengaruh konvektif MJO diperkirakan aktif di bagian tengah hingga timur Papua. Selain itu, gelombang Kelvin yang bergerak ke timur diprediksi aktif di banyak wilayah, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial bergerak ke barat dan diprakirakan aktif di Sumatra Utara.
Siklonik potensial di Samudra Pasifik utara Papua dapat membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Papua Pegunungan hingga Papua Tengah. Kondisi ini, ditambah labilitas atmosfer yang kuat, meningkatkan peluang pembentukan hujan lokal lebat dan angin kencang di wilayah terkait.
Dampak dan rekomendasi
Warga dan pengelola infrastruktur di daerah berstatus Siaga dan Waspada diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Potensi banjir lokal, genangan, dan gangguan transportasi perlu diantisipasi. Pemantauan cuaca harian disarankan selama periode peringatan 10-12 Juni 2026.
BMKG akan terus memperbarui prakiraan sesuai perkembangan kondisi atmosfer dan lautan untuk menginformasikan risiko cuaca yang berubah.
Berita Terkait
Komisi VI Tekan Pemerintah Percepat Hilirisasi Obat Lokal
Komisi VI mendorong percepatan hilirisasi obat berbahan baku lokal untuk kurangi ketergantungan impor 80% da...
142 Sekolah Swasta Gratis Masuk Program Gampang Sekolah Tangerang
Pemkot Tangerang memasukkan 142 sekolah swasta SD/MI hingga SMP/MTs ke Program Gampang Sekolah untuk SPMB 20...
DKI Padamkan Lampu di Jalan dan Ikon Jakarta, 13 Juni 2026
Pemprov DKI memadamkan lampu pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 20.30–21.30 WIB di ruas jalan, gedung pemerintah...
Prabowo Tekankan Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Perkuat Ekonomi
Prabowo mendorong hilirisasi dan industrialisasi untuk memperkuat ekonomi, mengajak pengusaha muda berperan...
Warga Aktif Jaga Keamanan di Pos Satkamling Baning Kota
Warga Baning Kota, Sintang, aktif jaga keamanan lewat Pos Satkamling; 28 pos aktif, dukungan aparat, dan gen...
INVIROTECH 2026 Dorong Investasi Hijau dan Teknologi Iklim
KLH menggelar INVIROTECH 2026 di JICC (11-13 Juni) untuk percepat adopsi teknologi lingkungan dan dorong inv...