Lokal

Wakil Ketua DPRD Medan Ajak Hidupkan Nilai Pancasila di Masyarakat

Bagikan:
Wakil Ketua DPRD Medan ajak masyarakat hidupkan nilai Pancasila dalam kegiatan pembinaan ideologi

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Rajudin Sagala SPd.I, mengajak warga untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan saat kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di dua lokasi berbeda di Kota Medan pada Minggu, 31 Mei.

Penguatan pemahaman Pancasila dan UUD 1945

Rajudin menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai fondasi berbangsa dan bernegara. Menurutnya, pengetahuan saja tidak cukup jika nilai-nilai yang terkandung tidak diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Penguatan pemahaman masyarakat terhadap Ideologi Pancasila dan UUD 1945 sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara sangat penting. Dan hal tersebut belum cukup jika nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila seperti tolong menolong, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati tidak hidup di masyarakat,”

Dia juga mengingatkan bahwa sejarah lahirnya Pancasila dan UUD 1945 penting diketahui agar generasi muda menghargai perjuangan pendiri bangsa. Rajudin menyebut kontribusi tokoh dan ulama dalam perumusan dasar negara sebagai bagian dari proses panjang berdirinya bangsa.

“Pancasila dan UUD 1945 lahir dari proses panjang yang melibatkan pemikiran para tokoh bangsa, termasuk para ulama yang memberikan kontribusi besar dalam merumuskan dasar negara,”

Nilai praktis: gotong royong, tolong-menolong, dan toleransi

Rajudin mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila. Ia mendorong penerapan nilai-nilai praktis seperti gotong royong, tolong-menolong, dan toleransi sebagai bukti nyata pengamalan Pancasila.

“Nilai-nilai seperti tolong-menolong, gotong royong, saling menghormati, dan menjaga kebersamaan harus terus kita pelihara. Itulah implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila yang mampu memperkuat persatuan bangsa,”

Ia menyatakan budaya tolong-menolong dan gotong royong adalah karakter bangsa yang harus dilestarikan. Menurutnya, sikap tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan sosial.

Tantangan pemahaman dan upaya pembinaan

Rajudin mengakui ada penurunan pemahaman sebagian masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Kondisi ini menurutnya menjadi tantangan bersama yang harus ditangani melalui edukasi kebangsaan berkelanjutan.

Melalui kegiatan pembinaan yang digelar di dua titik wilayah Medan, ia berharap masyarakat semakin memahami peran Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman hidup. Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan diharapkan menjadi benteng dalam menghadapi arus perubahan sosial.

“Jika nilai-nilai Pancasila terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, maka persatuan dan keutuhan bangsa akan tetap terjaga,”

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat wawasan kebangsaan di tingkat lokal. Langkah selanjutnya, menurut Rajudin, adalah memperluas program pembinaan dan melibatkan generasi muda agar warisan ideologi tetap hidup.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait