Pemprov Sumut Perketat Pengawasan akibat Kelangkaan Semen
MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) meningkatkan koordinasi dan pengawasan menyusul kelangkaan dan lonjakan harga semen yang melanda beberapa wilayah, Jumat (24/7). Kondisi ini dikhawatirkan menghambat aktivitas konstruksi dan pembangunan masyarakat.
Tindak lanjut Pemprov
Pihak Disperindag dan ESDM Sumut menyatakan telah menerima laporan tentang sulitnya masyarakat memperoleh semen di pasaran. Untuk itu, pemerintah provinsi langsung bergerak mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Pemprov Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM mencermati keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga semen di sejumlah wilayah. Kami memahami kondisi ini berdampak terhadap masyarakat, pelaku usaha, serta kegiatan pembangunan," ujar Dedi Jaminsyah Putra Harahap, Kepala Disperindag dan ESDM Sumut.
Indikasi gangguan distribusi
Menurut Dedi, pemeriksaan awal menemukan indikasi gangguan pada rantai distribusi yang menyebabkan berkurangnya pasokan hingga tingkat pengecer. Namun, penyebab pasti masalah itu masih didalami.
"Saat ini kami telah melakukan koordinasi dengan produsen, distributor, serta pemerintah kabupaten/kota untuk mengidentifikasi penyebab utama terganggunya pasokan," ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa investigasi dilanjutkan untuk memastikan apakah masalah terletak pada produksi, distribusi, atau faktor lain seperti logistik.
Langkah pengawasan dan potensi sanksi
Untuk mengatasi potensi penyalahgunaan, Disperindag dan ESDM Sumut menegaskan akan memperketat pemantauan stok dan harga di lapangan. Pemerintah juga mewaspadai kemungkinan praktik penimbunan atau pembatasan distribusi secara tidak wajar.
"Kami juga akan melakukan pemantauan intensif terhadap stok dan harga di lapangan untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan, pengurangan distribusi secara tidak wajar, maupun bentuk pelanggaran lainnya. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan dikoordinasikan dengan instansi berwenang dan aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Dedi.
Langkah konkret yang disebutkan pemerintah meliputi:
- Koordinasi dengan produsen semen dan distributor;
- Pengawasan stok dan harga hingga tingkat pengecer;
- Penindakan jika ditemukan praktik penimbunan atau pelanggaran distribusi.
Imbauan kepada masyarakat
Pemprov mengimbau warga tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang bisa memperparah kelangkaan. Pemerintah berjanji akan terus memberi informasi perkembangan penanganan masalah ini secara terbuka.
"Prinsipnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen menjaga kelancaran distribusi, menjamin ketersediaan barang, serta mengupayakan agar harga semen kembali stabil sehingga aktivitas pembangunan masyarakat tidak terganggu," ujar Dedi.
Pemantauan dan koordinasi yang intensif diharapkan bisa mengurai penyebab gangguan pasokan dan menormalkan kembali distribusi semen dalam waktu dekat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polres Taput Jaring 350 Pelanggar Saat Operasi Patuh Toba 2026
Operasi Patuh Toba 2026 di Tapanuli Utara (26 Okt-3 Nov) menjaring 350 pelanggar dan mencatat dua kecelakaan...
Polres Dairi Tangkap 3 Tersangka Pencurian Motor di Sidikalang
Polres Dairi menangkap tiga tersangka dari dua kasus pencurian motor di Sidikalang; sejumlah barang bukti be...
Bupati Minta Bank Sumut Optimalkan Penyaluran KUR di Tarutung
Bupati Tapanuli Utara dorong Bank Sumut optimalkan penyaluran KUR untuk atasi kendala permodalan pelaku usah...
SMI Desak Investigasi Independen atas Dugaan Penyadapan LIMS
SMI mendesak investigasi independen atas dugaan penyadapan melalui LIMS yang menyeret mantan Kapolri dan dua...
Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pengedar Sabu di Pinggir Jati
Tim Opsnal Polsek Kualuh Hulu menangkap Angga (40) terduga pengedar sabu di Pinggir Jati, Labuhanbatu Utara....
KNPI Kecam Oknum yang Catut Nama Bupati dalam Pungli Rp18 Juta
Ketua KNPI Padanglawas kecam oknum ZA yang diduga mencatut nama bupati untuk memungut Rp18 juta terkait prog...