BMKG Minta Hemat Air Hadapi El Nino 2026
Dampak utama dan periode prediksi
BMKG memperkirakan curah hujan berkurang terutama pada periode Juni hingga November 2026. Dampak lanjutan termasuk kekeringan, peningkatan potensi karhutla, dan penurunan level waduk yang dapat mengganggu operasional PLTA."El Nino yang terjadi bersamaan dengan musim kemarau dapat menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dan lebih panjang dibanding rata-ratanya. Dampak yang perlu diwaspadai adalah bencana hidrometeorologi kering, yaitu kekeringan dan karhutla,"
Wilayah yang berisiko
Dampak El Nino tidak merata di seluruh negeri. BMKG menyebut sejumlah wilayah berisiko curah hujan jauh di bawah normal pada Agustus-Oktober. Daerah tersebut meliputi:
- Sumatra bagian selatan
- Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
- Kalimantan bagian selatan
- Sebagian besar Sulawesi dan Maluku
- Sebagian Papua
Rekomendasi mitigasi untuk pemerintah dan masyarakat
BMKG meminta langkah mitigasi segera diambil oleh pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Prioritas yang disarankan meliputi penghematan air, pemeliharaan waduk, dan kesiagaan penanganan karhutla.
"Dalam skala yang lebih luas, pemerintah baik pusat maupun daerah perlu memastikan embung atau waduk tetap terisi air dan irigasi teknis berfungsi dengan baik. Selain itu, langkah lain yang dilakukan adalah memperbanyak sumur dan pompa air," kata Supari.
Untuk sektor pertanian, BMKG menyarankan pemilihan komoditas tahan kekeringan pada musim tanam ketiga dan penyediaan pompa air oleh pemerintah daerah. Di sisi kebencanaan, kesiagaan terhadap karhutla menjadi prioritas utama.
Peluang dan implikasi
Meski berisiko, kondisi kemarau yang lebih kering juga membuka peluang untuk meningkatkan produksi tebu dan tambak garam. Namun, peluang ini harus diseimbangkan dengan upaya pengamanan pasokan air dan perlindungan lahan produktif agar dampak El Nino tidak merusak ketahanan pangan.
BMKG menyampaikan El Nino 2026 saat ini aktif dan diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Pemerintah dan masyarakat diminta bersinergi untuk mitigasi, pengelolaan sumber daya air, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...
Produksi Padi Jan–Agust 2026 Capai 43,89 Juta Ton
Produksi padi Januari–Agustus 2026 tercatat 43,89 juta ton GKG, naik 0,07%; luas panen 8,32 juta ha dan prod...
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...