Nasional

Penguatan Pembinaan Warga Binaan di Lapas Majalengka

Bagikan:
Kunjungan Ateng Sutisna ke Lapas Kelas IIB Majalengka untuk penguatan pembinaan warga binaan

Penguatan pembinaan warga binaan menjadi fokus Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, saat kunjungan ke Lapas Kelas IIB Majalengka pada Minggu, 21 Juni 2026. Ia menekankan pentingnya pembinaan kepribadian agar narapidana siap kembali ke masyarakat dan mengurangi risiko residivisme.

Kunjungan dan bantuan

Dalam kunjungan tersebut, Ateng menyerahkan bantuan berupa 100 paket sarana ibadah untuk mendukung aspek spiritual dalam pembinaan warga binaan. Paket itu meliputi sarung, kopiah, dan buku panduan ibadah yang diharapkan memperkuat nilai moral dan kedisiplinan.

Pandangan tentang pembinaan

Ateng menegaskan bahwa penguatan pembinaan warga binaan bukan sekadar menjalani hukuman, melainkan proses pendidikan dan pembentukan karakter. Pendekatan ini penting untuk memberi kesempatan bagi narapidana memperbaiki diri dan memperoleh keterampilan sosial.

"Pembinaan tidak boleh dimaknai sebagai proses menjalani hukuman. Karena yang lebih penting adalah bagaimana negara menghadirkan ruang pembelajaran, pembentukan karakter, dan penguatan nilai moral,"

program kemandirian di lapas

Ateng memberi apresiasi pada program pembinaan kemandirian yang berjalan di Lapas Kelas IIB Majalengka. Program tersebut memberi keterampilan yang dapat menjadi modal ekonomi setelah bebas.

  • Pelatihan merajut
  • Tata boga
  • Menjahit
  • Pangkas rambut
  • Kegiatan di sektor peternakan, pertanian, dan perikanan

Menurutnya, keterampilan praktis itu berfungsi sebagai modal sosial dan ekonomi untuk mempermudah reintegrasi ke masyarakat.

Peran pembinaan spiritual

Ateng menilai pendekatan keagamaan memiliki peran penting dalam rehabilitasi sosial. Pembinaan spiritual, katanya, mampu memperkuat kesadaran diri, membangun disiplin, serta menumbuhkan harapan memperbaiki kehidupan pasca-bebas.

Implikasi dan langkah ke depan

Penguatan pembinaan warga binaan akan berimplikasi pada peningkatan efektivitas pemasyarakatan jika didukung dengan fasilitas, pelatihan, dan program reintegrasi yang berkelanjutan. Ateng berharap bantuan dan program yang ada dapat diperluas dan disinergikan dengan pemangku kepentingan terkait.

Dengan fokus pada pembentukan karakter, keterampilan, dan dukungan spiritual, targetnya adalah mengurangi angka residivisme dan memberi kesempatan nyata bagi warga binaan membangun kehidupan baru.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait