Hari Lahir Pancasila: Memperkuat Karakter Pemuda Era Digital
Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat karakter generasi muda di tengah arus informasi digital. Pembicaraan pada PRO3 RRI menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila relevan sebagai panduan agar remaja tidak tergerus budaya asing dan dapat menjaga identitas bangsa.
Pancasila sebagai panduan hidup sehari-hari
Irqi Sheva Maulana, Terbaik IV Duta Bahasa Nasional 2025, menegaskan pentingnya penerapan Pancasila dalam perilaku harian. Ia menilai praktik nilai dasar seperti menghargai perbedaan dan bersikap adil merupakan bentuk nyata pengamalan ideologi tersebut.
“Pancasila bukan hanya dihafalkan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti menghormat perbedaan, bersikap adil dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Tentunya saya juga berupaya untuk mengamalkan nilai Pancasila, salah satunya sebagai ritual bahasa untuk senantiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan santun di tengah tantangan era digital ini,” kata Irqi.
Bahasa dan teknologi sebagai sarana penguatan
Menurut Irqi, bahasa menjadi media penting untuk menanamkan nilai kebangsaan. Ia mendorong generasi muda agar bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bagian dari identitas nasional.
“Bahwa kita juga ketahui bersama bahasa Indonesia itu merupakan bahasa yang sudah diajarkan di berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu sebagai generasi muda yang pertama kita harus bangga terlebih dahulu,” ujarnya.
Di samping itu, pemanfaatan teknologi dianggap efektif untuk menyebarkan pesan positif dan memperkuat wawasan kebangsaan bila dimanfaatkan secara tepat.
Peran kreator konten dalam menyebarkan nilai positif
Content creator Aldino Persi menekankan tanggung jawab pembuat konten untuk menghadirkan informasi yang edukatif dan tidak memecah belah. Kreator diberi peran penting dalam membentuk opini dan perilaku pengguna muda di ruang digital.
“Sebagai content creator kita harus bijak dalam berkonten dan memberikan informasi yang baik untuk generasi muda. Dan tentunya konten-konten tersebut harus kita sebarkan secara informatif dan kita juga harus menghargai keberagaman,” kata Aldino.
Langkah praktis bagi generasi muda
Para narasumber sepakat ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pemuda untuk mengamalkan Pancasila di kehidupan digital:
- Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan santun dalam interaksi online.
- Menghormati perbedaan pendapat dan budaya.
- Memproduksi dan membagikan konten edukatif yang tidak menimbulkan konflik.
- Meningkatkan literasi digital untuk menyaring informasi palsu.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa pengamalan nilai-nilai dasar tidak hanya bersifat simbolis. Implementasi melalui bahasa, edukasi konten, dan literasi digital dipandang sebagai langkah konkret menjaga jatidiri bangsa di era globalisasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MUI Waspadai Belajar Agama Lewat AI Tanpa Bimbingan Guru
MUI mengingatkan bahaya belajar agama hanya lewat AI tanpa bimbingan ulama dan menggaungkan gerakan "jihad d...
10 Juta Pelanggan Sudah Registrasi Biometrik SIM, Menkomdigi
Lebih dari 10 juta pelanggan telah menjalani registrasi biometrik SIM sejak 1 Juli 2026; pemerintah evaluasi...
Cholil Nafis: AI Tak Bisa Jadi Guru Agama, MUI Dorong Jihad Digital
Wakil Ketua MUI Cholil Nafis menegaskan AI tidak bisa menjadi guru agama dan MUI akan melancarkan 'jihad dig...
Ahmad Muzani: KUII Ke-8 Jadi Wadah Persatuan Umat Islam
Ahmad Muzani menyebut KUII Ke-8 momentum tepat untuk menyatukan umat Islam menghadapi ketidakpastian politik...
Kemkomdigi Tindaklanjuti Putusan MK soal Sisa Kuota Internet
Kemkomdigi akan menindaklanjuti Putusan MK yang mewajibkan penyedia menjaga sisa kuota pelanggan agar tetap...
MUI Perkuat Persahabatan RI-Palestina Lewat Program Beasiswa
MUI memperkuat persahabatan Indonesia-Palestina lewat program beasiswa bagi pelajar Palestina yang dibiayai...