Wamen HAM: Pemerintah Ingin Jadikan HAM Haluan Pembangunan
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto
Pernyataan itu disampaikan saat Forum Konsultasi HAM 2026 di Jakarta Pusat, Kamis, 27 Agustus 2026. Menurut Mugiyanto, langkah tersebut penting terutama dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan proses pembangunan lainnya.
Pergeseran kebijakan: HAM menjadi pusat pembangunan
Mugiyanto mengatakan pemerintah tidak dapat menjamin pelanggaran HAM tak pernah terjadi, tetapi pemerintah berupaya meminimalkan risiko itu pada setiap tahap pembangunan. Penempatan HAM di pusat kebijakan dimaksudkan agar nilai HAM menjadi bagian dari perencanaan hingga pelaksanaan proyek.
"Kita mungkin tidak bisa mencegah atau memastikan pelanggaran HAM tidak terjadi. Tetapi kita bisa meminimalisir pelanggaran HAM itu terjadi,"
Regulasi dan alat pengawasan yang disiapkan
Untuk memperkuat kepatuhan, Mugiyanto menyebut sejumlah regulasi sedang disiapkan. Ini termasuk revisi Undang-Undang HAM dan Rancangan Peraturan Presiden tentang Penilaian Kepatuhan HAM Pelaku Usaha.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Human Rights Due Diligence sebagai alat untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap prinsip HAM dalam kegiatan bisnis dan proyek pembangunan.
Peran masyarakat sipil dalam perumusan kebijakan
Mugiyanto menekankan pentingnya pelibatan organisasi masyarakat sipil dalam perumusan kebijakan dan penyusunan regulasi. Menurutnya, partisipasi itu perlu agar kebijakan lebih responsif terhadap kondisi dan perspektif masyarakat.
"Biar kami eksekutif yang bekerja, yang mengeksekusi, tugas eksekutif itu kan to get things done. Bagaimana bekerja, bukan berbicara,"
Kementerian HAM berpegang pada prinsip bahwa suara masyarakat harus didengar, dipertimbangkan, dan dijelaskan dalam kerangka partisipasi bermakna. Forum Konsultasi HAM menjadi ruang tahunan untuk mempertemukan pemerintah dengan organisasi masyarakat sipil.
Implementasi di tingkat pusat dan daerah
Selain forum nasional, Mugiyanto menyebut Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) HAM melibatkan pemerintah pusat dan daerah. Mekanisme ini dimaksudkan untuk memperkuat implementasi kebijakan HAM di berbagai tingkat pemerintahan.
Dia optimistis HAM tidak lagi ditempatkan di pinggiran kebijakan, melainkan menjadi sentrum dan ruh pembangunan nasional.
Upaya ini diharapkan mendorong tata kelola proyek yang lebih menghormati hak asasi manusia dan mengurangi dampak negatif pembangunan terhadap masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...