Bandara Halim Perdanakusuma Kembali Beroperasi Usai Erupsi
Bandara Halim Perdanakusuma kembali beroperasi pada Selasa, 8 September 2026 setelah sempat ditutup sementara pada Senin, 7 September 2026 akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembukaan layanan diumumkan sejak 02.55 WIB setelah hasil paper test dan penilaian pihak berwenang menyatakan area landasan aman dari sebaran abu.
Pembukaan kembali operasional
Pengelola bandara bersama otoritas terkait melakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan keselamatan penerbangan sebelum membuka kembali layanan. Menurut keterangan resmi, keputusan pembukaan didasarkan pada hasil pemeriksaan lapangan dan pengujian debu/abu vulkanik yang rutin dilakukan.
Proses tersebut memastikan fasilitas landasan dan sistem navigasi tidak terkontaminasi abu sehingga operasional bisa dilanjutkan secara bertahap.
Reaksi penumpang dan pelaku usaha
Sejumlah pengguna layanan menyambut baik dibukanya kembali Bandara Halim. Salah seorang pebisnis yang ditemui di lokasi, Rinto, mengatakan pembukaan ini sangat membantu kegiatan usahanya.
"Saya bersyukur sekali dengan kembali aktifnya Bandara Halim ini karena akan mempermudah saya sebagai seorang pebisnis. Karena bagi pebisnis ketepatan waktu sangat penting sekali bagi kami,"
Rinto juga memberikan apresiasi terhadap respons cepat pengelola dan pihak terkait dalam mitigasi bencana. Ia berharap erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda agar kegiatan penerbangan terus berjalan normal.
Pengguna lain, Rizal, menyampaikan kegembiraan serupa setelah sempat khawatir ketika bandara ditutup. Ia berharap situasi cepat kembali pulih sehingga perjalanan keluarga dan aktivitas lain tidak terganggu.
"Awalnya was-was saat ditutup. Tapi karena sekarang sudah dibuka kembali Alhamdulillah, saya senang,"
Pemantauan dan situasi di lapangan
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah calon penumpang mulai berdatangan untuk melakukan keberangkatan. Petugas bandara terus memantau kondisi udara dan landasan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran abu lebih lanjut.
Dalam beberapa jam ke depan, pihak bandara dan otoritas penerbangan diperkirakan akan melanjutkan pemantauan berkala hingga situasi dinyatakan benar-benar stabil.
Penutupan sementara oleh abu vulkanik menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara otoritas bandara, pihak keselamatan penerbangan, dan otoritas mitigasi bencana guna menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran operasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...