Kemenhaj Pastikan Penerbangan Umrah Tetap Terlayani Saat Abu Vulkanik
Kementerian Haji dan Umrah memastikan penerbangan jemaah umrah di Bandara Soekarno-Hatta tetap dilayani meski abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau mengganggu jadwal. Pernyataan itu disampaikan menyusul gangguan yang terjadi pada 7–8 September 2026, saat kementerian berkoordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, dan PPIU untuk keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Situasi dan dampak penerbangan
Pada Senin, 7 September 2026, tercatat 55 penerbangan internasional dan umrah dengan total sekitar 13.549 pergerakan penumpang di Soekarno-Hatta. Dari jumlah itu, 3.450 merupakan jemaah umrah. Paparan abu membuat banyak jadwal tercatat tertahan (HOLD), khususnya maskapai besar.
Akibat paparan abu vulkanik, sebagian besar jadwal penerbangan dengan maskapai utama tercatat berstatus tertahan atau HOLD. Penerbangan Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air terdampak abu vulkanik. — Puji Raharjo, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (8 September 2026)
Gangguan mulai terasa sejak Minggu, 6 September 2026, ketika operasional menurun. Pada hari itu hanya dua penerbangan keberangkatan yang beroperasi tanpa kedatangan, membawa 749 penumpang termasuk 449 jemaah umrah.
Data pergerakan jemaah dan penerbangan sejak Juli
Secara kumulatif sejak 1 Juli 2026, tercatat 1.538 penerbangan umrah yang melayani Terminal 2F dan Terminal 3 Soekarno-Hatta. Rinciannya 758 keberangkatan dan 780 kedatangan, dengan total pergerakan mencapai 486.629 penumpang selama periode tersebut.
Jemaah umrah mencapai 180.726 orang atau sekitar 37,14 persen dari keseluruhan lalu lintas penumpang internasional. Puncak kepadatan jemaah mencapai 4.542 orang pada 15 Juli, sedangkan frekuensi tertinggi mencapai 39 penerbangan dalam sehari. — Puji Raharjo
Instruksi kepada PPIU dan maskapai
Kementerian menginstruksikan PPIU dan asosiasi travel memberi informasi jelas kepada jemaah dan keluarga selama gangguan. Tujuannya agar jemaah memahami kondisi dan memperoleh kepastian layanan saat menunggu keberangkatan menuju Tanah Suci.
Kami mengimbau PPIU segera memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan konsumsi bagi jemaah yang tertahan di bandara. PPIU juga diminta menahan keberangkatan jemaah dari daerah asal hingga otoritas resmi mengumumkan pembukaan kembali ruang udara. — Puji Raharjo
Langkah operasional dan layanan
Menurut Kemenhaj, penjadwalan ulang dan pengaturan rute alternatif dilakukan bersama maskapai tanpa membebani jemaah. Posko informasi disiagakan di terminal untuk memantau perkembangan dan memberikan update langsung kepada para jemaah terdampak.
Koordinasi lintas pihak tetap menjadi fokus agar pelayanan jemaah berjalan meski penerbangan terganggu. Jemaah diminta mengikuti informasi resmi dan mengutamakan keselamatan sambil menunggu kepastian jadwal dari maskapai terkait.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNPB: 1.730 Kejadian Bencana hingga 7 September 2026
BNPB mencatat 1.730 kejadian bencana hingga 7 Sept 2026; karhutla, banjir, dan cuaca ekstrem paling dominan...
Puan Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan Warga Terdampak Anak Krakatau
Puan Maharani minta pemerintah bergerak cepat dan terpadu untuk pastikan keselamatan warga terdampak erupsi...
Puan: Tambahan Anggaran Mitigasi Bencana Harus Lebih Bermanfaat
Puan dukung penambahan anggaran mitigasi bencana dengan syarat manfaatnya lebih baik bagi masyarakat.
HUT ke-67: PEPABRI Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan
Agum Gumelar tegaskan PEPABRI di usia 67 berkomitmen menjaga persatuan dan menjalankan peran kebangsaan mela...
Paripurna Setujui RUU Penyiaran Jadi Usul Inisiatif DPR
DPR menyetujui RUU Perubahan Ketiga UU Penyiaran jadi usul inisiatif dalam paripurna 8 September 2026; pemba...
BNPB Catat 1.730 Kejadian Bencana hingga 7 September 2026
BNPB mencatat 1.730 kejadian bencana hingga 7 September 2026; hidrometeorologi dominan, kerusakan menimpa ri...