IHSG Menguat 0,84% ke 6.674,95 pada Sesi Siang
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada jeda siang perdagangan Selasa, 8 September 2026, naik 0,84 persen atau 55,28 poin ke level 6.674,95. Pergerakan kuat ini terlihat setelah indeks sempat menyentuh titik tertinggi 6.679,12 dan terendah 6.636,94.
Pergerakan IHSG pada Sesi Pertama
Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 6.639,51 dan kemudian bergerak lebih tinggi menuju 6.679,12 sebelum mundur sedikit ke posisi jeda siang. Kenaikan 0,84 persen mencerminkan optimisme sebagian pelaku pasar di tengah beragam sentimen makro dan korporasi.
Proyeksi Pergerakan Pasar
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai pergerakan hari ini cenderung terbatas. Mereka memperkirakan indeks akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Berikut kutipan dari tim analis tersebut:
Prakiraannya IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah. IHSG akan menguji level 6.550-6.600.
Aliran Modal dan Saham yang Paling Banyak Dijual Asing
Pergerakan asing menjadi perhatian pelaku pasar. Pada perdagangan Senin, 7 September 2026, saham-saham yang tercatat paling banyak dijual oleh investor asing antara lain:
- TPIA
- CUAN
- ISAT
- KLBF
- BMRI
Meski demikian, tim analis mencatat adanya kenaikan pada sektor kesehatan sebesar 0,82 persen yang menopang beberapa pergerakan pasar.
Sentimen Kesehatan dan Dampak Abu Vulkanik
Salah satu faktor penopang sektor kesehatan adalah imbauan penggunaan masker terkait paparan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. Tim analis menjelaskan:
Penopangnya adalah imbauan untuk memakai masker akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. Adanya imbauan ini menjadi faktor positif bagi saham sektor kesehatan.
Cadangan Devisa dan Faktor Makro
Pasar juga mencermati posisi cadangan devisa yang naik pada Agustus 2026. Cadangan devisa tercatat mencapai USD146,5 miliar, meningkat dari USD145,3 miliar pada Juli 2026. Tim analis menyebut bahwa level ini adalah yang tertinggi sejak Maret 2026, didukung oleh peningkatan penerimaan pajak dan jasa serta penarikan utang luar negeri pemerintah.
Dinamika APBN 2027
Perhatian pasar terhadap penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 juga memengaruhi sentimen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ada permintaan tambahan anggaran dari kementerian/lembaga mencapai sekitar Rp1.000 triliun, namun pemerintah hanya menyetujui tambahan belanja sebesar Rp9,1 triliun karena keterbatasan ruang fiskal.
Pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran. Sehingga defisit anggaran tidak melebihi yang sudah ditetapkan.
Outlook
Secara keseluruhan, meski IHSG menguat pada jeda siang, prospek jangka pendek diperkirakan masih bergerak terbatas dan rentan terhadap faktor eksternal dan keputusan fiskal. Pelaku pasar diprediksi akan terus memantau aliran modal asing, data fundamental, serta perkembangan kebijakan anggaran nasional.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,3% ke 6.639,51, Devisa dan Anggaran Jadi Sentimen
IHSG dibuka menguat 0,3% ke 6.639,51 pada 8 Sept 2026; pasar mencermati kenaikan cadangan devisa dan pembaha...
Aset Industri Asuransi Tumbuh 1,59% hingga Juli 2026
OJK: total aset industri asuransi Rp1.172,97 triliun per Juli 2026, tumbuh 1,59% yoy; permodalan dan dana pe...
OJK Targetkan Semua Asuransi Terapkan KAPJ Akhir 2026
OJK menargetkan seluruh asuransi kesehatan menerapkan KAPJ pada akhir 2026 untuk memperkuat integrasi data,...
IHSG Diprakirakan Melemah, Sentimen Domestik Tekan Perdagangan
IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah pada 8 Sept 2026, terdorong jual asing, kenaikan cadan...
OJK Kenakan Denda Rp104,63 Miliar pada 113 Pihak di Pasar Modal
OJK menjatuhkan denda Rp104,63 miliar kepada 113 pihak dan memaparkan perkembangan RPOJK demutualisasi sesua...
KAI, Gojek, dan Pemkot Bogor Integrasikan Transportasi Wilayah
KAI, Gojek, dan Pemkot Bogor kerja sama penataan stasiun dan integrasi layanan digital untuk melayani 105.70...