Ekonomi

KAI, Gojek, dan Pemkot Bogor Integrasikan Transportasi Wilayah

Bagikan:
Kolaborasi KAI, Gojek, dan Pemkot Bogor di kawasan Stasiun Bogor

KAI, Gojek, dan Pemerintah Kota Bogor menandatangani kerja sama pengembangan transportasi terintegrasi pada 7 September 2026. Inisiatif ini menata kawasan stasiun dan mobilitas digital untuk melayani 105.704.913 pengguna Bogor Line serta rata-rata 435.000 penumpang harian di Kota Bogor.

Kesepakatan dan cakupan kerja sama

Penandatanganan resmi pada Senin, 7 September 2026 memperkuat sinergi antara pengelola rel, platform digital, dan pemerintah daerah. Ruang lingkup meliputi penataan kawasan dan konektivitas di beberapa stasiun di Bogor.

  • Stasiun Bogor
  • Stasiun Sukaresmi
  • Stasiun Ciomas
  • Stasiun Batu Tulis

Tiga konsep utama pengembangan

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut ada tiga fokus pengembangan: konektivitas, identitas, dan spasialitas. Ketiga konsep ini diharapkan memperkuat fungsi stasiun sebagai simpul mobilitas dan pusat aktivitas ekonomi.

"Bogor dan Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk sekitar 6,9 juta jiwa dengan mobilitas masyarakat yang tinggi menuju Jakarta dan kawasan sekitarnya. Sekitar 130 ribu masyarakat per hari dilayani oleh KRL dari wilayah Bogor. Karena itu, pengembangan kawasan stasiun perlu memperkuat konektivitas antara kereta api, transportasi lanjutan, dan aktivitas masyarakat,"

Bobby juga menegaskan penataan akan mempertahankan nilai sejarah dan budaya. Perluasan peron menjadi peron enam, tujuh, dan delapan tercatat meningkatkan kapasitas pelayanan stasiun sebesar 30 persen.

"Selain konektivitas, Stasiun Bogor memiliki identitas sejarah yang kuat sebagai kawasan heritage. Pengembangannya akan tetap menjaga unsur budaya dan sejarah, sekaligus menghadirkan ruang yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui konsep spasialitas, kawasan stasiun diharapkan dapat berkembang menjadi pusat konektivitas dan aktivitas ekonomi Kota Bogor,"

Peran Gojek dalam integrasi

Chief of Partnership GoTo, Henky Prihatna, menyatakan Gojek akan memperkuat layanan terakhir (last-mile) sebagai bagian dari integrasi. Fitur GoTransit disebut telah berjalan sejak 2022.

"Gojek turut menjadi bagian dengan menghadirkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant di 37 stasiun, termasuk di Stasiun Bogor. Kami berharap ini dapat membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan nyaman dari rumah ke stasiun, melanjutkan perjalanan dengan kereta, hingga sampai ke tujuan. Di saat yang sama, kami juga berharap agar kerja sama dan integrasi ini dapat membuka peluang pendapatan yang berkelanjutan bagi Mitra Driver Gojek,"

Henky menambahkan KAI Group sedang menjajaki pemanfaatan GoPay pada aplikasi Access by KAI untuk mempermudah transaksi penumpang.

Dukungan Pemerintah Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut positif penataan kawasan stasiun yang berstatus heritage. Pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi teknis, pengaturan arus lalu lintas, penataan pedagang kaki lima, dan pengembangan ruang publik di sekitar stasiun.

"Stasiun Bogor memiliki nilai sejarah yang sangat kuat bagi Kota Bogor. Penataan kawasan ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan kawasan yang lebih tertata dengan tetap mempertahankan karakter sejarahnya,"

Dampak dan langkah selanjutnya

Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan kenyamanan perjalanan, memperkuat ekonomi lokal, dan memberi peluang pendapatan bagi pelaku usaha serta mitra driver. Tahap berikutnya meliputi kajian teknis, inventarisasi data, dan implementasi integrasi digital pembayaran dan titik jemput di stasiun.

Sinergi antara operator rel, platform digital, dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menciptakan sistem transportasi publik yang lebih terhubung dan berkelanjutan di Bogor.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait