IHSG Diprakirakan Melemah, Sentimen Domestik Tekan Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melemah pada perdagangan Selasa, 8 September 2026, dengan gerak sideways dan tekanan dari sentimen domestik. Analis memproyeksikan IHSG akan menguji level 6.550-6.600 setelah penutupan kemarin yang turun 0,25 persen di 6.619.
Proyeksi pergerakan IHSG
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan pasar bergerak sideways cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Proyeksi tersebut muncul di tengah tekanan jual asing dan data makro domestik yang menjadi perhatian investor.
"Prakiraannya IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah. IHSG akan menguji level 6.550-6.600 pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Arus modal dan saham yang paling banyak dijual
Pada penutupan Senin, investor asing melakukan net sell senilai Rp590,18 miliar. Aksi jual ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan IHSG.
Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- TPIA
- CUAN
- ISAT
- KLBF
- BMRI
Meski demikian, ada catatan sektor yang berkinerja positif. Sektor kesehatan tercatat naik 0,82 persen seiring permintaan terkait perlindungan kesehatan.
"Penopangnya adalah imbauan untuk memakai masker akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. Adanya himbauan ini menjadi faktor positif bagi saham sektor kesehatan," ujar Tim Phintraco.
Cadangan devisa menguat
Selain arus modal, pasar juga mencermati posisi cadangan devisa Indonesia. Bank Sentral melaporkan cadangan devisa pada Agustus 2026 mencapai USD146,5 miliar, naik dari USD145,3 miliar pada Juli.
Tim Phintraco menyebut angka Agustus merupakan level tertinggi sejak Maret 2026, yang didorong oleh peningkatan penerimaan pajak, jasa, dan penarikan utang luar negeri pemerintah.
"Posisi cadangan devisa dapat mengimbangi pembayaran utang luar negeri dan intervensi BI untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah," ucap Tim Phintraco.
Dinamika anggaran 2027
Pasar juga memperhatikan proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ada permintaan tambahan anggaran dari kementerian/lembaga sebesar Rp1.000 triliun.
Pemerintah, dengan keterbatasan ruang fiskal, tidak dapat memenuhi seluruh permintaan. Dalam rapat dengan Banggar DPR disepakati tambahan belanja K/L sebesar Rp9,1 triliun.
"Pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran. Sehingga defisit anggaran tidak melebihi yang sudah ditetapkan," ujar Tim Phintraco.
Prospek dan risiko ke depan
Secara keseluruhan, kombinasi aksi jual asing, perkembangan fiskal, dan risiko geopolitik/alam (seperti erupsi) menjadi penentu sentimen jangka pendek IHSG. Investor diperkirakan akan memantau data ekonomi, kebijakan fiskal, dan arus modal asing untuk membaca arah pasar selanjutnya.
Perdagangan hari ini kemungkinan masih bergerak terbatas dan sensitif terhadap rilis berita domestik maupun global.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Erupsi Anak Krakatau Hambat Arus Ekspor-Impor via Soekarno-Hatta
SCI peringatkan erupsi Anak Krakatau dapat menghambat ekspor-impor lewat Soekarno-Hatta; gangguan 8 jam bisa...
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.640, Tertahan Ketegangan Timur Tengah
Rupiah menguat tipis ke Rp17.640 per USD pada penutupan, namun penguatan tertekan oleh ketegangan AS-Iran da...
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terkendali di Tengah Risiko Global
OJK menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan terjaga meski risiko geopolitik, El Niño, dan perlambatan glo...
Hilirisasi Mineral Kunci Perkuat Kedaulatan Ekonomi Indonesia
Hilirisasi mineral dipandang kunci untuk memperkuat kedaulatan ekonomi; pengelolaan terintegrasi dan peran g...
IHSG Terkoreksi 0,25% di Penutupan 7 September 2026
IHSG ditutup turun 0,25% ke 6.619,67 pada 7 Sept 2026; nilai transaksi Rp13,5 triliun. Pasar mencermati data...
IHSG Melemah 0,12% di Jeda Siang 7 Sept 2026
IHSG turun 0,12% ke 6.628,19 pada jeda siang 7 Sept 2026; volume Rp8,47 triliun. Pilarmas perkirakan pelemah...