Pemerintah Waspadai Dampak Erupsi 5-6 Gunung terhadap Ekonomi
Pemerintah memantau potensi gangguan ekonomi dan aktivitas masyarakat akibat erupsi sejumlah gunung api. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah sedang mengawasi perkembangan setelah beberapa gunung menunjukkan peningkatan aktivitas pada awal September 2026.
Pemantauan terhadap masyarakat terdampak
Airlangga mengatakan pemantauan difokuskan pada penurunan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Pemantauan bertujuan untuk menentukan respons yang tepat bagi kebutuhan dasar warga sekaligus menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi.
"Kami sedang monitor akibat erupsi 5-6 gunung di Indonesia ini, terutama akibatnya pada aktivitas masyarakat yang sangat berkurang," kata Airlangga usai rapat dengan Presiden di Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Gangguan pada logistik dan penerbangan
Pemerintah juga mencermati dampak pada rantai pasok dan distribusi barang. Menurut Airlangga, gangguan penerbangan menjadi perhatian utama karena pesawat komersial juga mengangkut kargo.
"Logistik di sektor penerbangan sudah pasti terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo," ujarnya. Gangguan ini bisa memperlambat distribusi barang kebutuhan pokok dan logistik antarwilayah.
Langkah respons dan perkiraan penutupan operasional
Pemantauan intensif dilakukan untuk memperkirakan durasi penutupan atau pembatasan operasional penerbangan di wilayah terdampak. Informasi tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan terkait evakuasi, bantuan logistik, dan kebijakan transportasi alternatif.
- Monitoring kondisi gunung dan kualitas udara di daerah terdampak.
- Koordinasi antarlembaga untuk distribusi kebutuhan mendesak.
- Evaluasi pembatasan operasional penerbangan dan jalur distribusi alternatif.
Impak lebih luas dan kesiapsiagaan
Pemerintah menegaskan pemantauan dilakukan menyeluruh agar penanganan bencana tidak mengabaikan kebutuhan ekonomi dan distribusi. Upaya ini juga untuk meminimalkan dampak jangka pendek pada aktivitas usaha dan pasokan barang.
Dengan data pemantauan yang terus diperbarui, pemerintah berharap dapat merespons lebih cepat dan menyesuaikan kebijakan operasional di wilayah terdampak tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...