Lokal

Pemko Medan Gelar Gotong Royong Serentak di 21 Kecamatan

Bagikan:
Wali Kota Medan memantau gotong royong massal dan bertemu warga di Medan Denai

Medan, Pemko Medan menggelar gotong royong massal serentak di 21 kecamatan pada Sabtu (15/8) untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan ini bagian dari gerakan Indonesia Asri dan meliputi pembersihan lingkungan serta penanaman pohon.

Pelaksanaan gotong royong

Wali Kota Medan Rico Waas turun langsung memantau kegiatan di Kecamatan Medan Denai, tepatnya di Jalan Keramat Indah, Kelurahan Medan Tenggara. Selain kerja manual warga, sejumlah alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat pembersihan. Melalui layar monitor, Wali Kota turut memantau pelaksanaan di kecamatan lainnya.

"Hari ini kita kembali gotong royong dan menyapa warga. Bedanya, hari ini dilaksanakan serentak di 21 kecamatan yang dipimpin oleh para camat," ujar Rico Waas.

Sapa Warga: mendengar dan merespons aspirasi

Dalam rangkaian kegiatan, Wali Kota melakukan Sapa Warga untuk menerima keluhan dan masukan langsung dari masyarakat. Rico Waas didampingi anggota DPRD Afif Abdillah dan pimpinan perangkat daerah ketika menemui warga di lokasi.

Warga menyampaikan berbagai persoalan, antara lain banjir dan drainase, penanganan sampah, lampu penerangan jalan umum (LPJU), ketersediaan air bersih, hingga administrasi kependudukan.

Keluhan narkoba dan respons pemerintah

Salah satu sorotan warga adalah maraknya peredaran narkoba di kawasan pemukiman. Megawati Harahap (76), pensiunan pegawai Dinas Kesehatan, secara tegas meminta penertiban di Jermal 15 Ujung karena obat terlarang dinilai mengancam generasi muda.

"Mohon sama Bapak Wali Kota, ini (narkoba di Jermal 15 Ujung) untuk segera dibersihkan! Kami ibu-ibu di sini sangat-sangat mengharapkan," kata Megawati disambut tepuk tangan warga.

Menanggapi itu, Rico Waas menyatakan narkoba sebagai "musuh bersama" dan memastikan koordinasi berkelanjutan dengan kepolisian serta TNI untuk penindakan.

"Pemko Medan bersama aparat kepolisian dan TNI tidak akan tinggal diam dan terus mendorong agar pembongkaran serta penindakan narkoba... dilakukan secara terus-menerus," jelas Rico Waas.

Pelayanan adminduk dan arahan ke Disdukcapil

Warga juga mengeluhkan pembatasan antrean layanan administrasi kependudukan. Rico Waas menegaskan bahwa warga yang sudah mendapatkan nomor antrean harus dilayani dan meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengevaluasi praktik pembatasan layanan di kecamatan.

Ia menegaskan pengurusan dokumen seperti KTP dan KK telah dikembalikan ke tingkat kecamatan untuk mencegah penumpukan, serta seluruh layanan diberikan secara gratis.

Penutup: ajakan dan tindak lanjut

Program Sapa Warga diposisikan sebagai saluran menyerap aspirasi tingkat kelurahan dan kecamatan, dengan pesan agar camat dan lurah bergerak cepat merespons masalah. Menjelang HUT ke-81, Wali Kota mengimbau warga mengibarkan bendera Merah Putih dan menjaga kebersamaan untuk mendukung kemajuan ekonomi serta pembangunan kota.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait