Gibran Tekankan Birokrasi Lincah di Pembekalan Lemhannas
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta birokrasi pemerintah lebih gesit dan responsif agar pelayanan publik tidak terhambat prosedur. Pernyataan itu disampaikan saat pembekalan Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional dan Pendidikan Penyiapan Pimpinan Nasional di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Garis besar pesan Wapres
Gibran menekankan bahwa transformasi birokrasi bukan sekadar reformasi internal, tetapi membutuhkan penguatan kolaborasi antarlembaga. Tujuannya adalah mempercepat pelaksanaan program pemerintah dan mengurangi hambatan di lapangan.
"Instansi pemerintah itu harus lebih gesit. Selain itu responsif," kata Gibran.
Koordinasi lintas sektor sebagai kunci
Menurut Gibran, koordinasi yang baik dapat memangkas birokrasi yang berbelit dan mengurangi ego sektoral. Ia mendorong setiap instansi untuk membangun kerja sama yang lebih erat agar kebijakan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
"Jangan apa-apa dibuat ribet. Lebih bisa sering berkolaborasi antarsektor," ucapnya.
Siapa saja yang mengikuti pembekalan
Kegiatan pembekalan Lemhannas diikuti peserta dari berbagai unsur. Hadir antara lain perwakilan pemerintahan pusat, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta peserta mancanegara.
- Pemerintahan
- TNI dan Polri
- Dunia usaha
- Organisasi kemasyarakatan
- Peserta mancanegara
Materi dan tujuan program
Program pendidikan itu bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan nasional menghadapi tantangan global. Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, ketahanan nasional, geopolitik, dan geostrategi. Pembekalan dimaksudkan untuk menyiapkan pemimpin yang mampu mengambil keputusan cepat dan terkoordinasi.
Implikasi bagi pelayanan publik
Seruan agar birokrasi lebih lincah berimplikasi langsung pada upaya memperbaiki layanan publik. Bila koordinasi dan kolaborasi diinternalkan, proses layanan di lapangan berpotensi lebih cepat dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kesimpulannya, pesan Wapres Gibran pada pembekalan Lemhannas menegaskan prioritas pemerintah: menempatkan kepentingan masyarakat sebagai pusat kebijakan dan mendorong birokrasi yang responsif melalui kerja sama lintas sektor.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...