BGN Tunda Penambahan Dapur MBG karena Efisiensi Anggaran
Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan penundaan penambahan dapur baru program MBG pada 5 Juni 2026 sebagai langkah efisiensi anggaran dan penataan distribusi layanan. Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan moratorium diberlakukan sementara untuk merapikan penerima manfaat dan memastikan layanan lebih merata ke daerah tertinggal.
Alasan moratorium dan tujuan penataan
Nanik menjelaskan kebijakan itu diambil karena perlu refocusing penerima manfaat dan penghematan biaya. Kebijakan juga bertujuan mengurangi konsentrasi dapur MBG di pusat kota dan kawasan aglomerasi, sementara wilayah perbatasan, terpencil, dan tertinggal masih kekurangan layanan.
"Jadi kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang. Dalam rangka efisiensi anggaran, maka hal yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat (dan) moratorium dapur titik-titik baru,"
Jumlah dan penyebaran dapur saat ini
Menurut Nanik, saat ini terdapat lebih dari 27.000 dapur MBG yang sudah beroperasi atau dalam tahap pelaksanaan. Ia mencontohkan bahwa di beberapa kecamatan jumlah dapur yang dibutuhkan relatif sedikit.
"Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja, sudah, enam saja, jadi moratorium,"
BGN menegaskan pendaftaran dapur baru akan dibuka kembali jika evaluasi menunjukkan kebutuhan tambahan di wilayah tertentu. "Kalau kemudian setelah kita lihat kurang, baru kita buka lagi pendaftarannya. Jadi kami beresin dulu, semuanya diberesin," tambah Nanik.
Masalah sistem informasi dan tata kelola
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengidentifikasi masalah mendasar yang menjadi fokus perbaikan. Ia menyebut sistem informasi yang mendukung program belum terintegrasi dan mekanisme validasi belum memadai.
"Tadi sudah dikenalkan Ibu Kepala bahwa background saya adalah dari BPKP, saya auditor 34 tahun. Jadi keahlian kami memang di bidang tata kelola dan pengendalian internal,"
Hasil tinjauan awal menunjukkan beberapa platform berjalan sendiri-sendiri. Kondisi ini berpotensi menghambat proses pengambilan keputusan serta pengawasan program MBG.
- Sistem informasi belum terintegrasi antar platform;
- Mekanisme validasi data belum kuat;
- Risiko ketidaktepatan alokasi akibat data yang tidak sinkron.
Langkah selanjutnya
BGN akan memfokuskan perbaikan tata kelola dan integrasi sistem informasi sebelum melanjutkan penambahan dapur baru. Kebijakan moratorium bersifat sementara dan dimaksudkan untuk memastikan distribusi layanan lebih adil serta penggunaan anggaran lebih efisien.
Ke depan, pembukaan pendaftaran dapur MBG akan didasarkan pada hasil evaluasi kebutuhan dan perbaikan sistem sehingga penambahan fasilitas benar-benar menjangkau wilayah yang terabaikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Diduga Korsleting, 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi Terbakar
Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, 25 Juli 2026, meludeskan 70 rumah sehingga 420 warga kehilan...
Pemerintah Siapkan 2.000 Kampung Nelayan untuk Kesejahteraan
Pemerintah akan membangun 2.000 kampung nelayan mulai 2026, lengkap balai lelang, pabrik es, cold storage, d...
Pemerintah Percepat Program Makan Bergizi Gratis dalam Dua Tahap
Pemerintah percepat program Makan Bergizi Gratis dalam dua tahap: satu bulan fokus 3T dan pondok pesantren,...
Kemkomdigi Raih Predikat Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Kemkomdigi mendapat predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dari ORI untuk 2024–2025 dengan skor 8...
Wamenko: Ketahanan Pangan Kian Menguat, Stok Beras 5 Juta Ton
Pemerintah perkuat ketahanan pangan dengan cadangan beras 5 juta ton; stok dinilai cukup hadapi El Nino dan...
Pertagas Gelar Office Adventure Day Rayakan Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Office Adventure Day pada 25 Juli 2026, menghadirkan ruang bermain edukatif bagi 35 anak...