Sumut Luncurkan Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi
MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak pada akhir Agustus 2026 untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan inflasi daerah. Program ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan pangan, meningkatkan keterjangkauan, dan mendorong daya beli masyarakat di wilayah dengan inflasi dan Indeks Perubahan Harga (IPH) tinggi.
Dasar kebijakan dan pelaksana
GPM berskala provinsi ini berlandaskan Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara Nomor 500.1.2.1/7083 Tahun 2026. Pelaksanaan melibatkan koordinasi lintas instansi untuk menyatukan data pasokan serta memperkuat jalur distribusi pangan.
“Gerakan Pangan Murah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang merata, mengendalikan inflasi daerah, sekaligus meningkatkan keterjangkauan daya beli masyarakat, khususnya di daerah dengan tingkat inflasi dan Indeks Perubahan Harga (IPH) yang tinggi,”
Rapat koordinasi awal telah digelar antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM, serta biro terkait untuk memetakan wilayah rentan.
Jadwal pelaksanaan
GPM tahap awal berlangsung pada 27, 28, dan 31 Agustus 2026. Setelah itu, program akan dijadwalkan rutin tiap bulan mulai September sampai Desember 2026, dengan frekuensi empat kali per bulan.
Komoditas dan pihak yang terlibat
Harga terjangkau ditetapkan untuk sejumlah bahan pokok. Komoditas yang disediakan meliputi:
- Beras SPHP, beras medium, beras premium
- Minyak goreng Minyak Kita
- Cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah
- Daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras
- Jagung dan ikan dencis
Pelaksanaan melibatkan beragam pihak, antara lain:
- Perum Bulog
- Distributor dan pelaku usaha pangan
- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)
- Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Sumut, Pematangsiantar, dan Sibolga
“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah penting dalam menyatukan data pasokan, memetakan wilayah rentan, memperkuat koordinasi jalur distribusi pangan, serta bersama-sama menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan di daerah,”
Target dan harapan
Pemprov menargetkan stabilisasi harga dan pasokan hingga akhir tahun. Program ini diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga serta menciptakan iklim perekonomian yang lebih kondusif di Sumatera Utara.
“Pemprov Sumut optimistis dapat terus menjaga ketahanan pangan daerah, memastikan harga pangan pokok tetap ramah di kantong masyarakat, serta menciptakan iklim perekonomian Sumatera Utara yang stabil dan kondusif hingga akhir tahun,”
Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, distribusi lebih efisien, dan tekanan inflasi pada komoditas pangan dapat dikendalikan sampai akhir 2026.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BPBD Pematangsiantar Imbau Warga Waspada Sebaran Asap
BPBD Pematangsiantar mengimbau warga waspada sebaran asap; BMKG deteksi sebaran dan PM2.5 di Sumut berkatego...
Rakernas V MPK di Tarutung: Transformasi Sekolah Kristen Jadi Fokus
Rakernas V MPK digelar 15–16 Okt 2026 di Sopo Partungkoan, Tarutung; 250 peserta bahas transformasi sekolah...
Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Siantar Martoba
Pria 23 tahun ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Siantar Martoba, diduga terkait cekcok rumah tangg...
Grebek Sarang Narkoba, Polresta Deliserdang Amankan 7 Orang
Polresta Deliserdang bersama BNNK gerebek tiga titik di Tanjung Morawa; amankan 7 orang, satu perempuan posi...
Aceh Besar Jadi Pusat Peresmian 980 SPPG untuk Perluas Layanan Gizi
Pusatkan peresmian di Aceh Besar, BGN meresmikan 980 SPPG untuk perluas layanan gizi di wilayah 3T dan daera...
Bunyamin Yapid Kunjungi Dayah Darul Quran Aceh, Motivasi Santri
Tenaga Ahli Menag Bunyamin Yapid kunjungi Dayah Darul Quran Aceh (13/10/2026) dan memberi motivasi agar sant...