Gempa NTT: Korban 83 Jiwa, 110.785 Warga Mengungsi
Korban meninggal bertambah menjadi 83 jiwa akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Data terbaru yang dirilis Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB menunjukkan lonjakan pengungsi menjadi 110.785 warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Perkembangan korban dan pengungsi
BNPB melaporkan peningkatan angka kematian dari 75 menjadi 83 jiwa setelah pemantauan lapangan intensif. Penambahan ini terungkap melalui laporan gabungan badan penanggulangan bencana daerah di wilayah terdampak.
Jumlah pengungsi juga meningkat drastis dari data sebelumnya. Saat ini, kondisi pengungsian tersebar di berbagai titik aman di sejumlah kabupaten.
Keterangan resmi BNPB
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, memberikan keterangan tentang pembaruan data tersebut. Ia menegaskan bahwa petugas masih melakukan verifikasi di lapangan.
"Pada hari ini pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa, yang semula kami sampaikan 75 jiwa bertambah delapan jiwa,"
Data yang diumumkan BNPB disusun berdasarkan laporan komprehensif dari satuan penanggulangan bencana di daerah terdampak.
Respons dan distribusi logistik
BNPB bersama instansi terkait mengoptimalkan distribusi logistik menuju lokasi pengungsian. Prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar untuk memastikan keberlangsungan hidup para pengungsi.
Pemerintah daerah menyiapkan fasilitas pendukung di area yang dinilai aman dari potensi longsor. Ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi menjadi fokus untuk mencegah penyakit menular di posko pengungsian.
Layanan kesehatan darurat
Tim medis disiagakan di berbagai posko untuk memberikan pertolongan pertama kepada warga yang terluka akibat reruntuhan bangunan. Layanan kesehatan darurat telah didirikan untuk menangani kasus-kasus prioritas.
BNPB menekankan bahwa bantuan logistik juga diarahkan untuk kelompok rentan, seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
Risiko susulan dan imbauan keselamatan
Ancaman gempa susulan masih berlangsung, sehingga otoritas setempat meminta warga tetap mengikuti arahan evakuasi. Pemerintah menjanjikan pendampingan terus-menerus selama masa tanggap darurat hingga kondisi membaik.
Koordinasi antara pusat dan daerah terus diperkuat untuk mempercepat respons kemanusiaan sekaligus memitigasi dampak lanjutan pada warga terdampak.
Catatan: Semua angka dan pernyataan dikutip dari keterangan resmi BNPB per 21 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitchell Baker Raih Sepatu Emas FIFA ASEAN Cup 2026
Mitchell Baker jadi top skor FIFA ASEAN Cup 2026 dengan lima gol, saat Indonesia juara setelah kalahkan Thai...
Komisi VII Pertimbangkan Perizinan Satu Pintu Kawasan Industri
Komisi VII DPR menimbang perizinan satu pintu untuk kawasan industri demi percepat izin dan atasi hambatan S...
Wamendagri: Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu Bersama DPR
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah siap memulai pembahasan RUU Pemilu bersama Komisi II DPR RI dan t...
Sugiono Resmi Menjabat Menko PMK, Gantikan Pratikno
Sugiono resmi mulai bertugas sebagai Menko PMK menggantikan Pratikno setelah serah terima jabatan di Kemenko...
MenImipas Cabut Pembebasan Bersyarat Indra Kenz: Remisi Dinyatakan Tak Sesuai
MenImipas mencabut pembebasan bersyarat Indra Kenz karena proses remisi dinyatakan tidak sesuai ketentuan se...
HUT ke-81 TNI: Fahira Idris Tegaskan TNI Kuat Bersama Rakyat
Fahira Idris beri penghormatan pada HUT ke-81 TNI (5 Okt 2026) dan menekankan pentingnya TNI bersama rakyat...