Nasional

Gempa 7,7 Guncang Nagekeo NTT: 38 Tewas, 2.000 Mengungsi

Bagikan:
Ilustrasi dampak gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur: pengungsi dan bantuan darurat

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan puluhan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi secara mandiri. Pemerintah menyiapkan posko, bantuan logistik, dan armada udara untuk evakuasi.

Korban jiwa dan pengungsi

BNPB mencatat data awal korban dan kondisi luka-luka warga. Hingga laporan terakhir, tercatat 38 orang meninggal, serta beberapa warga yang mengalami luka. Pendataan masih berlangsung oleh petugas di lapangan.

Kategori Jumlah
Meninggal 38
Luka berat 2
Luka ringan 11
Pengungsi (mandiri) ~2.000 jiwa

Evakuasi dan situasi lapangan

Menurut BNPB, beberapa warga masih dilaporkan terjebak di dalam bangunan yang runtuh atau rusak. Tim gabungan fokus pada operasi pencarian dan pertolongan prioritaskan warga yang membutuhkan bantuan medis dan evakuasi segera.

Sampai dengan pukul 15.00 sore ini, kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri

Koordinasi posko dan penanganan

Pemerintah pusat bersama kementerian dan lembaga terkait mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana sebagai pusat koordinasi. Posko ini berperan mengorganisasi kerja sama antara BNPB, pemerintah daerah, dan unsur terkait untuk mempercepat respons.

Bantuan logistik dan kebutuhan dasar

Pemerintah menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, antara lain makanan dan tempat berlindung. Penyiapan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan logistik awal hingga distribusi bantuan berjalan lancar.

  • Makanan dan minuman
  • Air bersih
  • Tenda dan tempat berlindung
  • Genset untuk kebutuhan listrik darurat

Selain itu, Kementerian Sekretariat Negara menyiapkan 50.000 paket sembako yang akan dikirimkan dalam satu sampai dua hari untuk memenuhi kebutuhan awal masyarakat terdampak.

Mobilitas udara untuk evakuasi

BNPB menyiapkan dua helikopter dan satu pesawat Karavan untuk mendukung evakuasi dan distribusi bantuan. Armada udara ini ditujukan untuk menjangkau lokasi-lokasi terisolasi dan mempercepat mobilitas tim penanganan.

Data dampak gempa masih akan terus diperbarui seiring pendataan di lapangan. Pemerintah menegaskan prioritas pada penyelamatan korban dan distribusi bantuan, serta mengimbau warga mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait