Gempa Flores Rusak 5 Bandara, Ditjen Hubud Periksa Fasilitas
Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan segera memeriksa fasilitas dan operasional penerbangan setelah gempa bermagnitudo 7,0 mengguncang Kepulauan Flores pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan dan kesiapan pengiriman bantuan.
Detil gempa
Informasi InaTEWS BMKG mencatat gempa utama berkekuatan 7,0 terjadi pada pukul 05.58 WITA sekitar 38 kilometer timur laut Mbay dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa lanjutan bermagnitudo 6,2 tercatat pada 06.13 WITA di laut, pusatnya sekitar 46 kilometer timur laut Labuan Bajo dengan kedalaman 10 kilometer.
Dampak pada infrastruktur bandara
Hingga saat ini, ada laporan lima bandar udara terdampak di wilayah Kepulauan Flores. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi retakan pada dinding dan permukaan, kerusakan pada terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lain.
- Bandar Udara Soa – Bajawa
- Bandar Udara Labuan Bajo
- Bandar Udara Ende
- Bandar Udara Maumere
- Bandar Udara Ruteng
Laporan awal menyebutkan kondisi runway di Bandar Udara Soa – Bajawa mengalami kerusakan sedang, bersama beberapa retakan baru pada gedung dan fasilitas pendukung.
Pelayanan navigasi dan keselamatan personel
Beberapa unit pelayanan navigasi yang terdampak tercatat sebagai Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Maumere, Bajawa, dan Ruteng. Semua personel layanan navigasi di lokasi dilaporkan dalam kondisi selamat.
Di lokasi yang mengalami kerusakan gedung tower, pelayanan navigasi sementara dialihkan ke titik yang dinilai aman. Kontinjensi juga disiapkan agar layanan tetap berjalan selama kondisi darurat.
"Sebagai langkah mitigasi guna memastikan keselamatan penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandar udara dan pelayanan navigasi penerbangan terus melakukan pemeriksaan serta pemantauan kondisi fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di wilayah terdampak," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa.
Tindakan mitigasi dan imbauan
Ditjen Perhubungan Udara menyiapkan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD) untuk mendukung kesiapan pengiriman bantuan dan pemulihan pelayanan. Inspeksi fasilitas, infrastruktur bandar udara, dan fasilitas navigasi dilakukan berkelanjutan.
Masyarakat pengguna jasa transportasi udara diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pengelola bandar udara serta maskapai mengenai perkembangan operasional setelah gempa. Ditjen Perhubungan Udara juga terus memonitor situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Informasi kondisi bandar udara, pelayanan navigasi, dan perkembangan operasional akan disampaikan setelah pemeriksaan dan asesmen terbaru diterima.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gempa 7,7 Guncang Nagekeo NTT: 38 Tewas, 2.000 Mengungsi
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT; BNPB catat 38 tewas dan sekitar 2.000 warga mengungsi mandiri....
Puan Minta Perlindungan Wisatawan Labuan Bajo Pascagempa NTT
Puan minta pemerintah cepat bantu wisatawan dan warga terdampak gempa di Labuan Bajo, memastikan pengungsian...
BMKG: 235 Gempa Susulan di Flores, Peluruhan Diperkirakan 2-3 Minggu
BMKG catat 235 gempa susulan pasca gempa magnitudo 7,7 di utara Flores; peluruhan alami diperkirakan 2–3 min...
Wapres Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka untuk HUT ke-81 RI
Wapres Gibran mengukuhkan 76 calon Paskibraka pada 15 Agustus 2026 untuk bertugas pada pengibaran bendera HU...
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT: 38 Tewas, Ribuan Mengungsi
Gempa magnitudo 7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 menewaskan 38 orang; ribuan mengungsi dan fasilitas publik t...
Polri Perkuat Penanganan Gempa Flores, Evakuasi Jadi Prioritas
Polri perkuat penanganan gempa Flores 15 Agustus 2026; evakuasi, SAR Brimob, dan bantuan logistik dipriorita...