Nasional

Gempa Flores: 5.688 Susulan, BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak

Bagikan:
Peta aktivitas gempa dan kerusakan rumah di Flores, NTT setelah gempa besar

BMKG mencatat 5.688 gempa susulan terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Data dihimpun hingga 23 Agustus pukul 05.00 WIB dan menunjukkan aktivitas seismik masih berlangsung, sehingga masyarakat diminta tetap waspada karena susulan diperkirakan berlangsung sekitar tiga sampai empat minggu.

Rangkuman data gempa susulan

Dari total 5.688 kejadian, magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2 dan terkecil 1,1. BMKG melaporkan ada 32 gempa dengan magnitudo di atas 5 dan 130 kejadian yang dirasakan oleh masyarakat setempat.

Pola dan perkembangan aktivitas

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyebut fase awal susulan menunjukkan pola yang kompleks sehingga belum tampak peluruhan sederhana. Pada beberapa hari pertama jumlah kejadian masih relatif tinggi.

"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,"

BMKG merinci jumlah kejadian per hari pada periode awal sebagai berikut:

  1. Hari pertama: 704 kejadian
  2. Hari kedua: 746 kejadian
  3. Hari ketiga: 668 kejadian
  4. Hari keempat: 649 kejadian
  5. Hari kelima: 627 kejadian
  6. Hari keenam: 802 kejadian

BMKG juga mencatat beberapa gempa susulan yang menimbulkan guncangan kuat, antara lain M5,6 pada 19 Agustus dan dua kejadian M5,8 pada 20 Agustus.

Konsentrasi klaster dan jalur sumber

Aktivitas tidak merata di seluruh NTT. Sebagian besar kejadian terkonsentrasi pada beberapa klaster, terutama di utara Nagekeo, mengikuti jalur Flores Back-Arc Thrust. Pergerakan aktivitas seismik cenderung berubah dari hari ke hari.

Dampak kerusakan dan respons pemerintah

Selain susulan yang masih berlangsung, pemerintah fokus pada penanganan dampak gempa utama. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 53.971 rumah mengalami kerusakan di tujuh kabupaten terdampak. Pendataan dan verifikasi masih berlangsung.

Kategori Jumlah Rumah
Rusak berat 19.006
Rusak sedang 11.777
Rusak ringan 23.188

BNPB telah mengirim tim ke lapangan untuk verifikasi dan validasi data agar langkah pemulihan dapat disesuaikan dengan kondisi riil di wilayah terdampak.

Pemantauan berkelanjutan

BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan real-time 24 jam. Setiap kejadian dianalisis berdasarkan jumlah, magnitudo, lokasi sumber, arah pergerakan aktivitas, serta karakteristik sumber gempa. Tujuannya memberi informasi terbaru bagi masyarakat dan pemerintah untuk mengambil langkah mitigasi dan pemulihan.

Meski frekuensi mulai menunjukkan kecenderungan menurun, BMKG menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan sampai rangkaian susulan benar-benar mereda.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait