Nasional

Wamen PPPA: Dorong Anak Jadi Pencipta Teknologi Bertanggung Jawab

Bagikan:

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan mendorong keluarga dan sekolah menyiapkan anak menjadi pencipta teknologi yang bertanggung jawab melalui penguatan literasi digital, karakter, dan kemampuan adaptasi menghadapi kecerdasan buatan serta perubahan dunia kerja. Pernyataan disampaikan di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026, sebagai respons atas cepatnya perkembangan teknologi dan dampaknya pada anak.

Peran keluarga dan sekolah

Veronica menekankan bahwa pendidikan formal saja tidak cukup. Keluarga dan sekolah harus bersinergi untuk membentuk lingkungan pengasuhan yang aman serta menyediakan bekal karakter dan literasi digital. Pendekatan ini bertujuan agar anak tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kritis dan bertanggung jawab.

“Di tengah perkembangan AI dan teknologi, anak tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu berpikir kritis, mengenali risiko, dan menggunakan teknologi sebagai sarana belajar serta memecahkan masalah secara bertanggung jawab.”
— Veronica Tan, Wamen PPPA

Kesetaraan kesempatan di bidang STEM

Wamen PPPA menyoroti rendahnya keterwakilan perempuan dalam sektor teknologi. Data yang dikemukakan menunjukkan perempuan hanya sekitar 17 persen di profesi teknologi dan ~20 persen di bidang engineering. Karena itu, ia menyerukan kebijakan dan praktik yang memastikan anak perempuan mendapatkan kesempatan setara untuk berkembang di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).

“Kita perlu memastikan anak perempuan memiliki kesempatan setara untuk berkembang di bidang STEM. Kesetaraan kesempatan penting untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika.”
— Veronica Tan

Literasi digital dan perlindungan data

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, literasi digital juga harus mencakup kemampuan mengenali misinformasi, perundungan siber, dan potensi eksploitasi. Veronica meminta agar orang tua, pengasuh, dan keluarga dilibatkan dalam pendidikan digital agar anak dapat menggunakan teknologi dengan aman dan bijak serta melindungi data pribadi mereka.

Keterampilan nonakademik yang perlu dikembangkan

Selain literasi digital, Wamen PPPA menekankan pentingnya penguatan keterampilan nonakademik. Keterampilan ini membantu anak menghadapi dinamika dunia kerja dan sosial yang berubah cepat.

  • Berpikir kritis
  • Kreativitas
  • Komunikasi dan kolaborasi
  • Empati dan resiliensi
  • Integritas, adaptabilitas, dan kemampuan mengambil keputusan

Saran praktis untuk orang tua

Veronica mengajak orang tua menyediakan waktu berkualitas setiap hari untuk berdialog dengan anak tentang perasaan, pemikiran, dan kekhawatiran mereka — bukan hanya prestasi. Pendampingan rutin dianggap krusial agar anak mampu menavigasi ruang digital dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh.

Upaya terpadu antara keluarga, sekolah, dan kebijakan publik diperlukan untuk mencetak generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga bertanggung jawab dan berdaya saing di masa depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait