Pembaruan DTSEN Dinilai Kunci Agar Penyaluran Bansos Tepat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta kepala daerah memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) setiap tiga bulan. Tujuannya agar penyaluran bantuan sosial lebih efektif, tepat sasaran, dan mengurangi kesalahan penerima.
Permasalahan pendataan dan faktor kesalahan
Dosen dan Dekan FISIP Universitas Jember, Suyani Indriastuti, menilai kelemahan pendataan masih menjadi akar masalah dalam penyaluran bansos. Menurutnya, sejumlah faktor bisa menyebabkan data penerima tidak akurat.
Menurut saya, menemukan solusi perlu kita cermati akar permasalahannya. Ada banyak faktor seperti fraud (penipuan data), corruption (korupsi), dan juga error (sistem).
Suyani menekankan perlunya pembaruan data berkala serta tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel agar bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak.
Peran pengawasan dan partisipasi masyarakat
Untuk meningkatkan akurasi, Suyani mendorong penguatan pengawasan dan keterlibatan masyarakat dalam proses verifikasi data. Ia menyarankan adanya saluran pengaduan yang jelas dan sosialisasi bagaimana masyarakat dapat melapor jika menemukan kesalahan data.
Permasalahan dasar itu justru memang di lapangan. Itu berat sekali dalam konteks pendataan, baik energi maupun biayanya.
Digitalisasi dan keterbatasan akses
Suyani menyatakan digitalisasi dapat memperbaiki transparansi dan efisiensi pendataan. Namun, ia mengingatkan pemerintah harus memastikan kemampuan adaptasi masyarakat terhadap teknologi dan pemerataan jaringan internet sebelum mengandalkan solusi digital sepenuhnya.
Anggaran dan sumber daya
Pembaruan data lapangan membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya. Oleh karena itu, Suyani meminta alokasi anggaran memadai untuk mendukung kegiatan pemutakhiran data secara berkala.
Imbauan bagi penerima bansos
Selain itu, Suyani mengimbau masyarakat yang menerima bantuan sosial tetapi tidak berhak agar mengembalikan bantuan tersebut. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga solidaritas sosial dan memastikan sumber daya publik tepat sasaran.
Dengan pembaruan DTSEN yang rutin, pengawasan lebih ketat, dan partisipasi masyarakat, diharapkan penyaluran bansos ke depan menjadi lebih akurat dan efisien.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...