BKKBN Dorong GATI, Peran Ayah Diperkuat Cegah Fatherless
Kepala BKKBN Wihaji meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)fatherless dan memperkuat peran ayah dalam menjaga kesehatan mental anak melalui keterlibatan emosional dan pengasuhan aktif.
Apa itu Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)
Program GATI dirancang untuk meningkatkan kesadaran ayah agar lebih aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Inisiatif ini menekankan bahwa kehadiran ayah bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga kualitas pendampingan emosional dan psikologis.
Kita melihat fenomena fatherless cukup tinggi sehingga perlu gerakan nyata menghadirkan ayah dalam kehidupan anak sehari-hari. Ayah tidak hanya hadir secara ekonomi tetapi juga secara emosional dan psikologis dalam keluarga
— Wihaji, Kepala BKKBN
Menurut penjelasan pejabat BKKBN, GATI mendorong komunikasi keluarga dan keterlibatan ayah dalam kegiatan sehari-hari anak. Tujuan utamanya adalah membentuk generasi yang sehat dan berkarakter.
- Meningkatkan kesadaran ayah terhadap peran pengasuhan
- Mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan anak
- Membangun komunikasi keluarga yang mendukung kesehatan mental anak
Respons Pemerintah Daerah Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan siap menindaklanjuti GATI dengan memperkuat layanan kesehatan mental berbasis sekolah dan fasilitas kesehatan. Langkah ini merespons dinamika sosial sebagai kota pelajar yang beragam.
Kami akan mengembangkan sistem rujukan berjenjang dari sekolah hingga rumah sakit agar penanganan kesehatan mental lebih optimal
— Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta
Rencana pemkot mencakup integrasi layanan di tingkat sekolah hingga rumah sakit untuk memberikan rujukan yang lebih cepat dan tepat bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan psikososial.
Dampak dan Harapan
Wihaji berharap GATI menjadi contoh nasional untuk memperkuat ketahanan keluarga lewat keterlibatan ayah. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dianggap krusial untuk mencetak generasi yang sehat dan berdaya saing.
Dengan penguatan layanan kesehatan mental dan peningkatan peran ayah, program ini diharapkan menurunkan angka fatherless dan memperbaiki kesejahteraan psikososial anak di kota-kota besar.
Ke depan, evaluasi implementasi GATI dan integrasi sistem rujukan akan menentukan efektivitas program dalam jangka menengah dan panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemkomdigi Umumkan 3 Peserta Lolos Seleksi Pita Frekuensi 700 MHz & 2.6 GHz
Kemkomdigi menyatakan tiga operator lolos evaluasi administrasi untuk seleksi lelang pita frekuensi 700 MHz...
11,54 Juta Perempuan Kepala Keluarga, KPPPA Dorong Kebijakan Responsif
KPPPA catat 11,54 juta perempuan jadi kepala keluarga pada 2025; data mendorong kebijakan yang lebih respons...
Sekolah Rakyat Perkuat Ekosistem Pendidikan Nasional
Pemerintah targetkan 100 Sekolah Rakyat per tahun hingga 2029 untuk memperluas akses dan memberdayakan kelua...
Kemenag Siapkan MTQ Nasional Inklusif untuk Disabilitas Sensorik
Kemenag mengumumkan persiapan MTQ Nasional 2026 yang inklusif, membuka peluang bagi penyandang disabilitas s...
Kemenhut: Pemanfaatan Hutan Lestari Jaga Kelestarian
Kemenhut tegaskan pemanfaatan hutan lestari menjaga kelestarian, bukan merusak; pemanenan mengikuti aturan k...
Universitas Bakrie Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Universitas Bakrie naik sekitar 200 peringkat di THE Sustainability Impact Ratings 2026 dan jadi PTS ketiga...