Tim SAR Percepat Evakuasi Medis Pascagempa di NTT
Tim SAR Gabungan mempercepat evakuasi medis dan penyisiran pascagempa susulan bermagnitudo 6,0 pada 20 Agustus 2026 di Nusa Tenggara Timur. Operasi difokuskan di empat kabupaten terdampak untuk memastikan lansia, ibu hamil, dan warga rentan mendapat penanganan cepat.
Fokus operasi dan prioritas korban
Operasi tanggap darurat berjalan di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, dan Nagekeo. Tim SAR memprioritaskan evakuasi kelompok rentan yang mengalami trauma dan cedera akibat guncangan gempa.
Beberapa korban sudah dipindahkan ke lokasi aman untuk perawatan. Seorang warga lanjut usia dievakuasi dari posko mandiri di Ronting, Manggarai Timur, menuju posko polisi. Sementara itu, seorang ibu hamil dirujuk ke Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan di Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, untuk pemeriksaan medis.
Siaga SAR dan koordinasi lapangan
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyatakan seluruh personel SAR dalam kondisi siaga. Mereka terus memantau situasi dan merespons setiap kebutuhan evakuasi medis.
"Operasi SAR terus kami fokuskan pada penyisiran di wilayah terdampak, pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat bersama BPBD. Sekaligus memastikan kesiapan evakuasi medis bagi warga yang membutuhkan,"
Selain penyisiran, tim memperkuat koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan Posko Kesehatan Kemenkes. Tujuannya untuk mempercepat rujukan dan penanganan di tengah potensi gempa susulan.
Dukungan anggaran untuk penanganan bencana
Pemerintah telah menyalurkan bantuan awal senilai Rp44 miliar untuk penanganan bencana di wilayah terdampak NTT. Kementerian Keuangan membuka peluang penambahan anggaran sesuai kebutuhan di lapangan.
"Saya bilang ke Pak Bupati, pakai dulu itu. Nanti kalau kurang, katakan ke kami, nanti kami laporkan ke Bapak Presiden. Nanti Presiden pasti akan menyiapkan anggaran lebih untuk daerah yang terkena bencana seperti ini,"
Pernyataan ini menunjukkan pemerintah siap menambah alokasi anggaran bila evaluasi lapangan menunjukkan kebutuhan lebih besar.
Langkah selanjutnya
Tim SAR akan melanjutkan penyisiran dan pemantauan kondisi warga sambil bersiap menghadapi potensi gempa susulan. Upaya evakuasi medis tetap menjadi prioritas hingga situasi dinyatakan aman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
583 Polisi Kehutanan Ikuti Pelatihan untuk Perkuat Pengamanan Hutan
583 Polisi Kehutanan menjalani pelatihan dua bulan di Semarang sebagai tahap awal menuju target 6.500 person...
Polri Gelar Trauma Healing untuk Pengungsi Gempa di Maumere
Kapolda NTT dan Bhayangkari gelar trauma healing bagi pengungsi gempa Maumere, fokus pada anak, bayi, dan pe...
Wapres Gibran: Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Jadi Prioritas
Wapres Gibran meninjau dampak gempa di Sikka (20/8/2026) dan menegaskan keselamatan warga serta pemenuhan ke...
Wapres Tinjau SD Inpres 76 Wairklau Pastikan Pendidikan Pascabencana
Wapres Gibran meninjau SD Inpres 76 Wairklau pada 20 Agustus 2026 untuk memastikan pendidikan anak tetap jad...
Kemenhub Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Distribusi via KM Tidar
Kemenhub menggalang bantuan ASN untuk korban gempa NTT (15-22 Agustus 2026) dan kirim lewat KM Tidar ke Flor...
Polri Raih Rekor MURI lewat Penanaman Bawang Putih Serentak
Polri raih rekor MURI lewat penanaman bawang putih serentak di 279,53 ha, melibatkan 59 Polres di 14 Polda,...