Euclid Intip Jantung Bima Sakti, Buka Jalan Temuan Planet Tersembunyi
Teleskop Euclid milik ESA, yang didukung oleh NASA, berhasil merekam gambar baru di wilayah inti Galaksi Bima Sakti pada Maret 2025. Pengamatan ini menjadi pratinjau penting bagi peluncuran Nancy Grace Roman pada musim panas ini, karena data Euclid akan membantu memperluas dan memperdalam survei yang akan dilakukan Roman.
Pratinjau sebelum Roman lepas landas
Observasi Euclid mencakup area yang nantinya akan menjadi target Galactic Bulge Time-Domain Survey yang dijalankan Roman. Dengan pengamatan awal ini, astronom bisa mempelajari pusat galaksi lebih lama dan lebih detail, sehingga mempermudah perencanaan misi jangka panjang Roman.
Detail pengamatan Euclid
Dalam satu hari pengamatan pada Maret 2025, Euclid merekam wilayah langit seluas sekitar 5 derajat persegi. Luas ini setara dengan sekitar 25 kali ukuran Bulan purnama, sehingga memberikan cakupan area yang signifikan dalam waktu singkat.
Kolaborasi data untuk pemetaan yang lebih akurat
Menurut ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory, Jason Rhodes, Euclid menghentikan sementara survei kosmologi rutinnya untuk menjalankan pengamatan khusus ini. Penggabungan data Euclid dan Roman diharapkan dapat memetakan struktur Bima Sakti dengan ketelitian lebih tinggi.
'Ini satu-satunya Euclid menghentikan sementara survei kosmologi rutinnya demi pengamatan khusus.' — Jason Rhodes, Jet Propulsion Laboratory
Apa yang bisa ditemukan
Data gabungan dari kedua teleskop akan membuka peluang menemukan objek kosmik yang selama ini sulit dideteksi. Metode microlensing yang akan intensif digunakan Roman memungkinkan deteksi objek yang tidak memancarkan cahaya sendiri.
- Planet pengembara yang tidak mengorbit bintang
- Lubang hitam bermassa bintang yang mengembara sendiri
- Bintang redup dan objek gelap lainnya
Para ilmuwan memperkirakan ada sekitar 100 juta lubang hitam bermassa bintang di Bima Sakti, namun sebagian besar belum terdeteksi karena tidak memiliki bintang pendamping.
Peran Roman dalam pemantauan jangka panjang
Berbeda dengan Euclid yang melakukan pengamatan luas dalam waktu singkat, Roman akan memantau wilayah yang lebih kecil namun jauh lebih mendalam selama sekitar lima tahun. Roman akan mengamati perubahan pada ratusan juta bintang secara berulang untuk menangkap peristiwa microlensing langka.
Dengan data awal dari Euclid, identifikasi objek-objek tersembunyi akan menjadi lebih mudah dan pengukuran massa dapat dilakukan dengan akurasi lebih tinggi, membuka jalan bagi penemuan planet dan lubang hitam yang sebelumnya tak terjangkau.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...