Nasional

El Nino Kuat, Namun Sejumlah Wilayah Masih Diguyur Hujan

Bagikan:
Ilustrasi awan hujan dan gelombang atmosfer memengaruhi cuaca Indonesia

BMKG menyatakan fenomena El Nino telah memasuki kategori kuat, namun sejumlah wilayah Indonesia tetap diguyur hujan lebat secara lokal pada 27-29 Juli 2026. Kondisi ini terjadi karena beberapa gelombang atmosfer dan anomali cuaca yang mendukung pembentukan awan hujan.

Hujan lokal tercatat sepanjang akhir Juli

BMKG melaporkan curah hujan tertinggi tercatat di Sumatra Barat mencapai 126 mm per hari pada 27-29 Juli 2026. Wilayah lain yang mengalami hujan signifikan antara lain Kepulauan Riau, Aceh, Jawa Barat, dan Sumatra Utara.

Wilayah Curah Hujan Tertinggi (mm/hari)
Sumatra Barat 126
Kepulauan Riau 97
Aceh 83.5
Jawa Barat 53.4
Sumatra Utara 52.6

Pemicunya: gelombang atmosfer dan anomali OLR

BMKG menyebut aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial meningkatkan potensi pertumbuhan awan di bagian barat hingga tengah Indonesia. Selain itu, anomali negatif Outgoing Longwave Radiation (OLR) menunjukkan peningkatan tutupan awan yang mendukung hujan lokal.

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berpeluang memengaruhi wilayah timur, sementara bibit siklon tropis 94W di Samudra Pasifik utara membentuk pola konvergensi dan konfluensi udara yang mendorong pembentukan awan hujan.

Dampak dan prakiraan curah hujan

Meski El Nino kuat mendominasi, BMKG memperingatkan bahwa kondisi tersebut tidak otomatis menghentikan hujan di seluruh wilayah. Indeks Niño 3.4 tercatat sebesar +2,26 dan Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -28,2.

BMKG memprakirakan pada dasarian I Agustus 2026 sekitar 91,43% wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan rendah, sedangkan sekitar 8,57% wilayah diperkirakan berada pada kategori menengah. Namun hujan lokal masih berpeluang terjadi ketika dinamika atmosfer mendukung.

Imbauan keselamatan

  • Waspadai hujan lebat lokal yang dapat menimbulkan banjir dan pohon tumbang di wilayah terdampak.
  • Pelaku aktivitas kelautan diimbau memperhatikan potensi peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi, terutama di perairan Laut Andaman hingga Samudra Hindia selatan Jawa dan Nusa Tenggara Timur.
  • Ikuti pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG untuk antisipasi perubahan cepat kondisi atmosfer.

Dengan demikian, masyarakat diminta tetap waspada meski musim kemarau dan El Nino kuat cenderung menurunkan curah hujan secara umum. Pemantauan kondisi atmosfer terus diperlukan karena gelombang atmosfer dan gangguan tropis dapat memicu hujan lokal yang signifikan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait