DPR Minta Pendanaan Pendidikan dan MBG Terjaga Pasca Putusan MK
Komisi X DPR RI meminta pemerintah menyiapkan perencanaan fiskal matang agar putusan Mahkamah Konstitusi tidak mengurangi kualitas layanan pendidikan dan kelangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X, Kurniasih Mufidayati, pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Komitmen DPR terhadap pendidikan dan MBG
Komisi X menegaskan bahwa pendidikan dan pemenuhan gizi peserta didik adalah dua aspek saling melengkapi dalam pembangunan sumber daya manusia. DPR berjanji mengawal pembahasan APBN agar amanat konstitusi terkait alokasi anggaran pendidikan tetap terpenuhi.
Di sisi lain, Komisi X juga menekankan pentingnya keberlanjutan pendanaan Program MBG. Mereka mendorong agar pelaksanaan program berjalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal ini dianggap krusial agar layanan kepada siswa tidak terputus.
Permintaan roadmap implementasi putusan MK
Komisi X meminta pemerintah menyusun peta jalan atau roadmap untuk mengimplementasikan putusan MK. Tujuannya agar proses transisi ke skema pendanaan baru dapat berjalan mulus tanpa mengganggu pelayanan publik.
"Perlu hadirnya sebuah roadmap implementasi putusan MK sehingga transisi menuju skema pendanaan baru dapat berlangsung dengan baik tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat. Kepastian kebijakan akan memberikan rasa tenang bagi dunia pendidikan maupun pelaksanaan MBG,"
Kurniasih juga menyatakan DPR akan memantau agar perubahan skema pendanaan tidak menimbulkan celah yang merugikan sekolah atau peserta didik.
Dampak putusan MK dan prospek pembiayaan
Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pendanaan Program MBG dipisahkan dari alokasi wajib anggaran pendidikan paling lambat mulai APBN Tahun Anggaran 2028. Keputusan ini menuntut kesiapan fiskal dan kebijakan baru dari pemerintah.
Komisi X menilai, bila transisi dilakukan tanpa perencanaan matang, ada risiko penurunan mutu layanan pendidikan atau gangguan distribusi makanan bergizi. Oleh karena itu, DPR menekankan perlunya skema pendanaan yang berkelanjutan dan terukur.
Harapan untuk masa depan
Kurniasih berharap kedua agenda besar—peningkatan mutu pendidikan dan akses makanan bergizi—berjalan beriringan. Menurutnya, sinergi kedua program itu penting untuk mendukung target pembangunan kualitas sumber daya manusia menuju 2045.
"Harapan kami sederhana, pendidikan semakin maju, guru semakin sejahtera, kualitas pembelajaran meningkat, dan pada saat yang sama anak-anak Indonesia tetap memperoleh akses terhadap makanan bergizi,"
Komisi X akan terus memantau pembahasan APBN dan mengawal implementasi kebijakan agar putusan MK tidak mengorbankan layanan pendidikan maupun program MBG.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Aceh Jaya, Pusat 65 km Barat Calang
Gempa magnitudo 5,8 mengguncang Aceh Jaya pada 4 Okt 2026 pukul 06.37 WIB; BMKG catat kedalaman 26 km dan pu...
ATR/BPN Percepat Layanan Pertanahan, Target Bebas Pungli
ATR/BPN mempercepat layanan pertanahan sejak 17 Agustus 2026 lewat pengukuran terjadwal dan peralihan hak te...
BMKG: 12 Daerah Berpotensi Hujan Lebat pada 4 Oktober 2026
BMKG memperkirakan 12 wilayah berpotensi hujan lebat pada 4 Okt 2026, dipicu gelombang atmosfer dan penguata...
Baznas Lindungi 100 Ribu Pekerja Rentan lewat JSB 2026
Baznas meluncurkan JSB 2026 untuk mengasuransikan 100.000 pekerja rentan dengan kepesertaan BPJS Ketenagaker...
Hari ke-21 SAR KM Virgo: 188 Dievakuasi, 55 Masih Dicari
Hari ke-21 SAR KM Virgo: 188 korban dievakuasi (108 selamat, 80 meninggal), 55 orang masih dicari dari manif...
Basarnas Kerahkan 1.200 Personel SAR, Operasi KM Virgo Hari ke-21
Basarnas kerahkan lebih dari 1.200 personel SAR dalam operasi hari ke-21 untuk mencari korban KM Virgo Trans...