Nasional

Bruguiera hainesii Dikembangbiakkan di Kubu Raya, Tingkat Hidup 72%

Bagikan:
Pembibitan mangrove Bruguiera hainesii di pesisir Kubu Raya, Kalimantan Barat

Pemerintah dan mitra berhasil mengembangbiakkan Bruguiera hainesii, jenis mangrove yang tergolong langka, di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan konservasi ekosistem pesisir untuk mencegah kepunahan lokal.

Temuan dan upaya pembibitan

Temuan pohon Bruguiera hainesii di Kubu Raya bermula pada 2024 melalui patroli masyarakat yang melibatkan Lembaga SAMPAN. Kepala Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove Wilayah Kalimantan, Sudaryanti, menyatakan pihaknya kemudian fokus pada pembibitan dan penanaman kembali.

"Jenis Bruguiera hainesii memang sangat langka di dunia. Di Kubu Raya hanya ditemukan tiga pohon,"

Mitra pemerintah berhasil mengembangbiakkan sekitar 1.000 bibit Bruguiera hainesii. Penanaman dilakukan di beberapa lokasi pesisir dengan pengawasan teknis.

Hasil dan status pohon induk

Dari tiga pohon yang ditemukan, hanya satu yang masih dalam kondisi baik. Dua pohon lainnya terancam akibat serangan rayap dan abrasi pantai. Hasil pembibitan menunjukkan tingkat keberhasilan hidup mencapai sekitar 72 persen.

"Dari sekitar seribu bibit, tingkat keberhasilan hidupnya mencapai sekitar 72 persen. Ini menjadi hasil yang cukup menggembirakan,"

Luas mangrove dan ancaman

Data dari Peta Mangrove Nasional 2025 mencatat luas mangrove di Kalimantan Barat meningkat dari sekitar 112 ribu hektare menjadi lebih dari 163 ribu hektare. Meskipun ada perluasan, ancaman terhadap ekosistem pesisir tetap nyata.

Ancaman utama meliputi perambahan, alih fungsi lahan, serangan hama seperti rayap, abrasi pantai, dan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, pembibitan saja dinilai belum cukup tanpa langkah perlindungan habitat induk.

Peran masyarakat dan rencana pengelolaan

Pemerintah menekankan keterlibatan masyarakat sejak tahap pembibitan hingga pemantauan. Pendampingan dilakukan melalui kelompok pengelola hutan desa dan mitra konservasi untuk memastikan keberlanjutan program.

"Kami ingin masyarakat terlibat sejak pembibitan hingga pemantauan pertumbuhan mangrove. Pelibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi,"

Selain itu, program ekonomi lokal mulai diarahkan dari produksi arang bakau ke usaha ramah lingkungan. Pelatihan pembuatan madu mangrove, kegiatan pembibitan, dan rehabilitasi kawasan pesisir menjadi bagian dari alternatif penghidupan.

Pemerintah daerah juga tengah menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPM) di berbagai wilayah Kalimantan sebagai pedoman pengelolaan mangrove secara berkelanjutan.

Upaya pembibitan Bruguiera hainesii di Kubu Raya menjadi langkah penting untuk mempertahankan keanekaragaman pesisir dan mengurangi risiko kehilangan spesies mangrove langka di Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait