BULOG: Masyarakat Diminta Cermat terhadap Standar Mutu Beras
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, meminta masyarakat cermat dalam membedakan kelas mutu beras. Ia menegaskan penentuan kelas beras harus berdasar parameter mutu yang diuji, bukan hanya penampilan, merek, atau klaim kemasan. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan tertulis, Minggu, 2 Agustus 2026.
Mengapa penampilan tidak cukup
Ahmad Rizal menekankan konsumen kerap salah menilai kualitas hanya dari warna atau kilau beras. Oleh sebab itu BULOG memperkuat edukasi agar pembeli mendapat kepastian mutu sesuai harga.
"Beras premium bukan sekadar beras yang terlihat putih, bersih, atau mengilap. Penentuan kelas mutu harus mengacu pada parameter yang dapat diukur dan diuji,"
Parameter mutu menurut regulasi
Pengelompokan beras mengikuti Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang persyaratan mutu dan label beras. Peredaran beras wajib memenuhi spesifikasi seperti derajat sosoh, kadar air, butir menir, butir patah, butir beras lainnya, serta butir gabah.
Perbedaan teknis antara premium dan medium
Perbedaan utama antar kelas beras terlihat dari komposisi butir. Berikut ketentuan mutu yang diuraikan BULOG:
| Parameter | Premium | Medium |
|---|---|---|
| Derajat sosoh | Minimal 95% | Sama |
| Kadar air | Maksimal 14% | Sama |
| Butir menir | Maksimal 0,5% | Maksimal 2% |
| Butir patah | Maksimal 15% | Maksimal 25% |
| Total butir beras lainnya | Maksimal 1% | Maksimal 4% |
| Butir gabah | Tanpa butir gabah | Maksimal 1 butir per 100 gram |
| Benda asing | Tanpa benda asing | Ketentuan tidak tercantum secara eksplisit |
"Perbedaan premium dan medium terutama terlihat dari komposisi butirnya, karena itu, konsumen perlu memperhatikan kondisi beras secara menyeluruh,"
HET beras menurut zona distribusi
BULOG juga mengingatkan konsumen tentang ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan berdasarkan zona distribusi.
| Zona | Wilayah | HET Medium (Rp/kg) | HET Premium (Rp/kg) |
|---|---|---|---|
| Zona 1 | Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, Sulawesi | 13.500 | 14.900 |
| Zona 2 | Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Kalimantan, NTT | 14.000 | 15.400 |
| Zona 3 | Maluku dan Papua | 15.500 | 15.800 |
Rekomendasi untuk konsumen dan pelaku usaha
BULOG menganjurkan konsumen membaca informasi pada kemasan, memastikan label produk jelas, dan membeli dari saluran distribusi terpercaya. Edukasi mutu juga dianggap bagian dari perlindungan konsumen sekaligus perlindungan bagi pelaku usaha yang jujur.
"Dengan informasi yang semakin terbuka, masyarakat dapat membandingkan produk secara lebih objektif dan mendapatkan mutu sesuai dengan harga yang dibayarkan,"
BULOG menyatakan akan terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain untuk memperkuat pengawasan serta edukasi mutu beras. Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan perdagangan beras berlangsung transparan dan sesuai ketentuan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...
Pengangkatan Bangkai KM Virgo di Laut Jawa Digariskan Oktober 2026
PT Virgo Karya Shipping memastikan pengangkatan bangkai KM Virgo di Laut Jawa akan dilakukan pada Oktober 20...
BMKG Waspadai Awan Cumulonimbus dan Gelombang Laut 4 Meter
BMKG mengimbau waspada awan cumulonimbus dan gelombang laut hingga 4 meter pada 4 Oktober 2026; imbauan ditu...
BMKG: Warga Tanjung Selor Waspadai Hujan Disertai Petir
BMKG mengingatkan potensi hujan disertai petir di Tanjung Selor pada 4 Oktober 2026; awan cumulonimbus juga...