Menkomdigi: Indonesia Jadi Ekonomi Digital Terbesar ASEAN
Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan Indonesia telah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan nilai sekitar US$100 miliar. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026. Menkomdigi juga memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia bisa mencapai US$360 miliar pada 2030 jika modal utama negara dimaksimalkan.
Proyeksi nilai dan syarat pencapaian
Meutya mengatakan proyeksi US$360 miliar bukan angka otomatis. Pemerintah dan pelaku usaha harus mengoptimalkan modal yang dimiliki Indonesia. Tanpa upaya konkret, besarnya angka saat ini tidak otomatis menjadi kekuatan yang berkelanjutan.
Modal utama: penetrasi internet
Salah satu modal yang jadi sorotan adalah penetrasi internet. Dari sekitar 281 juta penduduk Indonesia, akses internet kini telah dijangkau oleh 220 juta pengguna. Angka ini setara dengan sekitar 40 persen populasi kawasan ASEAN, menurut pernyataan Menkomdigi.
Kenaikan penetrasi internet dinilai mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang lebih stabil. Meutya mencatat investasi asing langsung juga meningkat, mencapai US$55 miliar tahun lalu.
Dampak nyata transformasi digital
Menkomdigi memberi contoh konkret bagaimana digitalisasi mengubah mata pencaharian. Aplikasi dan platform digital memberi akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil dan pekerja sektor informal.
"Sebagai contoh, nelayan kini bisa menjual hasil tangkapan langsung ke pasar melalui aplikasi dan mendapatkan pendapatan jauh lebih besar. Produsen kecil dapat menjangkau pelanggan di seluruh negeri bahkan kawasan tanpa perantara yang mengambil sebagian besar keuntungan. Inilah makna sebenarnya dari transformasi digital,"
Implikasi dan langkah selanjutnya
Dengan posisi sebagai ekonomi digital terbesar di ASEAN, Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik investasi lebih lanjut dan memperkuat ekosistem digital. Namun, Meutya menegaskan bahwa peluang itu harus didukung oleh kebijakan, infrastruktur, dan peningkatan keterampilan digital agar manfaatnya merata.
Jika langkah-langkah tersebut dijalankan konsisten, potensi nilai ekonomi digital hingga 2030 bisa tercapai dan berdampak luas pada peningkatan pendapatan serta inklusi ekonomi di seluruh negeri.
Berita Terkait
Dody Hanggodo Tekankan Sinergi Percepat Normalisasi Sungai Sumatra
Menteri PU minta sinergi lintas sektor percepat normalisasi 137 sungai di Aceh, Sumut, dan Sumbar; 33 selesa...
Menkomdigi: Konektivitas Inklusif Kunci Ekonomi Digital
Menkomdigi Meutya Hafid menekankan konektivitas inklusif untuk mengubah pertumbuhan digital menjadi kekuatan...
BGN Evaluasi SPPG yang Tak Penuhi Standar Operasional
BGN mulai evaluasi SPPG yang dinilai tak memenuhi standar operasional untuk memastikan kelancaran dan kualit...
PKP Siapkan Rp2,2 T Percepat Pembangunan Huntap Pascabencana
PKP alokasikan Rp2,2 triliun untuk percepat pembangunan huntap pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar denga...
Kemenperin Perkuat Kesiapan Industri AMDK Jelang SNI Wajib
Kemenperin intensifkan pendampingan teknis, SIINas, dan kerja sama asosiasi untuk persiapkan industri AMDK m...
Pertamina Patra Niaga Percepat Retail Make Over untuk 1.920 SPBU
Pertamina Patra Niaga lanjutkan program Retail Make Over sejak 2023 untuk memperbarui 1.920 SPBU dan menjami...