Jepang Dukung Pengembangan Museum Konferensi Asia-Afrika
Pemerintah Jepang mendukung pengembangan Kawasan Bersejarah Museum Konferensi Asia-Afrika (Museum KAA) di Bandung, terutama dari aspek pembangunan sumber daya manusia dan kerja sama teknis, kata pejabat Indonesia dalam delegasi di Tokyo.
Dukungan Jepang untuk Museum KAA
Dukungan itu disampaikan melalui pembicaraan antara delegasi Indonesia dan sejumlah lembaga Jepang dalam kerangka Comprehensive Strategic Partnership. Fokus utama adalah penguatan kapasitas SDM, jaringan museum, serta pemanfaatan arsip historis Konferensi Asia-Afrika.
“Mereka juga akan menghubungkan Museum KAA dengan jaringan museum yang ada di Jepang,” kata Kepala Museum KAA, Noviasari Rustam.
Kerja sama arsip dan digitalisasi
Delegasi Indonesia mengajukan kerja sama teknis dengan lembaga arsip Jepang untuk preservasi dan digitalisasi bahan-bahan KAA. Tujuannya untuk mempermudah akses penelitian, pendidikan, dan diplomasi publik.
Menurut diskusi, National Archives of Japan dan Japan Center for Asian Historical Records menyambut peluang kolaborasi dalam digitalisasi dan pemanfaatan arsip Konferensi Asia-Afrika.
Pertemuan lintas lembaga
Delegasi Indonesia mengadakan pertemuan dengan berbagai mitra Jepang untuk membahas pengelolaan informasi publik dan program kebudayaan. Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara pada kerja sama sosial budaya.
- Kementerian Luar Negeri Jepang
- Japan Foundation
- National Archives of Japan
- Japan Center for Asian Historical Records
- Japan International Cooperation Agency (JICA)
- Tokyo National Museum
“Ini bagian dari penguatan kerja sama diplomasi budaya Indonesia-Jepang sebagai bagian dari Comprehensive Strategic Partnership,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Subolo.
Gastrodiplomasi dan promosi kuliner
Selain fokus arsip dan museum, Heru menggelar diskusi gastrodiplomasi bersama pelaku usaha restoran Indonesia di Tokyo. Acara di Restoran Cinta Jawa, Shibuya, mengevaluasi tantangan dan strategi memperluas pasar kuliner Indonesia di Jepang.
Heru menekankan bahwa restoran Indonesia berperan sebagai jembatan diplomasi budaya yang efektif dan dapat meningkatkan visibilitas budaya Indonesia di Jepang.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Kesepakatan awal membuka peluang peningkatan kapasitas teknis Museum KAA dan akses arsip untuk riset internasional. Ke depan, kedua negara akan merancang program pelatihan SDM, pertukaran kuratorial, dan proyek digitalisasi bersama.
Implementasi kerja sama tersebut diharapkan memperkuat posisi Museum KAA sebagai pusat edukasi dan diplomasi budaya yang berdampak pada hubungan bilateral Indonesia-Jepang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UMN Ubah Sampah Residu Jadi Arang dan Perkuat Pemasaran Digital
UMN mengolah sampah residu menjadi arang dan mengembangkan platform CRM untuk memperkuat pemasaran Bank Samp...
Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Penanganan Gempa NTT
Pemerintah menilai penanganan gempa NTT masih bisa dikelola sendiri sehingga belum membuka bantuan asing; id...
Lima Bandara di NTT Terdampak Gempa, Operasional Tetap Jalan
Kemenhub menyebut lima bandara di NTT terdampak gempa namun operasional tetap berjalan; inspeksi dan skema G...
PPKI: Langkah Awal Pembentukan Negara Pasca Proklamasi
PPKI menggelar sidang pertama pada 18 Agustus 1945 dan menetapkan UUD 1945, Soekarno-Hatta, serta pembentuka...
18 Agustus: Hari Konstitusi dan Hari Penelitian Kanker Payudara
18 Agustus 2026 diperingati sebagai Hari Konstitusi RI dan World Breast Cancer Research Day, sementara HUT M...
DKI Kirim Tenaga Medis dan Rp3,8 M Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI mengirim tenaga kesehatan dan bantuan Rp3,8 miliar untuk korban gempa NTT; dana dari ASN dan aja...