Kemenkop Ultimatum Realisasi Ekspor Gambir ke India-Pakistan
Kementerian Koperasi (Kemenkop) memberi tenggat agar nota kesepahaman (MoU) untuk mengekspor gambir dari Sumatera Barat ke India dan Pakistan segera direalisasikan. Penandatanganan MoU antara Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri dengan Holding Pangan BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID FOOD), digelar sebagai upaya membuka akses pasar internasional dan menargetkan nilai ekspor sekitar US$ 732.831 atau sekitar Rp11,72 miliar dengan pengiriman 20 ton per bulan.
Rincian MoU dan target ekspor
MoU difasilitasi Kemenkop untuk mempertemukan koperasi gambir dengan jaringan BUMN yang memiliki akses pasar ekspor. Target awal adalah pengiriman 20 ton gambir setiap bulan, yang diproyeksikan menghasilkan nilai ekspor US$ 732.831.
Tenggat Kemenkop dan penekanan hilirisasi
Kemenkop menolak agar kerja sama hanya berakhir pada seremoni. Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop, Destry Anna Sari, memberi batas waktu agar segera terjadi transaksi dan pengiriman dalam bentuk produk yang telah dihilirisasi.
“Saya berharap sebelum tiga bulan langsung terjadi transaksi kontrak bisnis. Barang sudah dikirim dalam bentuk hilirisasi,” ujar Destry di Kantor Kemenkop, Jakarta, Selasa, 22 Juni 2026.
Destry juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi pasokan dan mutu ketika permintaan meningkat. Pemerintah akan mengawal pemenuhan standar internasional, termasuk sertifikasi.
Standar internasional dan regulasi perdagangan
Pemerintah mendorong penerapan standar mutu seperti HACCP agar produk gambir tetap kompetitif di pasar global. Selain itu, Kemenkop menyoroti perlunya penataan regulasi agar pembeli asing tidak membeli bahan baku mentah langsung dari desa, yang berisiko mengganggu stabilitas harga bagi petani.
Peran ID FOOD dan jaringan PPI
Direktur Komersial ID FOOD, Dwi Sutoro, menyatakan kesiapan perusahaan mendukung percepatan ekspor. Dukungan akan dilakukan melalui jaringan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) dan kantor cabang ID FOOD di berbagai daerah.
“Ke depan, ID FOOD akan mengoptimalkan kantor-kantor cabangnya di seluruh Indonesia untuk bertindak sebagai sourcing development. Nantinya akan mengidentifikasi produk unggulan daerah yang siap dibawa ke pasar internasional,” ujarnya.
Dwi menegaskan faktor keberhasilan ekspor adalah keberlanjutan pasokan, konsistensi kualitas, dan daya saing harga.
Dampak bagi petani gambir
Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri menaungi delapan kelompok tani dengan luas lahan 450 hektare dan 190 petani anggota. Ketua koperasi, Eriyanto, menyambut baik MoU yang dinilai memberi kepastian pasar dan harga.
“Dan kapasitas produksi mencapai 30-50 ton per bulan. Bagi kami, MoU ini adalah langkah strategis untuk memberikan kepastian pasar dan harga bagi para petani gambir di Sumatera Barat,” kata Eriyanto.
Prospek dan tantangan ke depan
MoU membuka peluang ekspor yang nyata, namun realisasi bergantung pada cepatnya hilirisasi, sertifikasi, dan penataan rantai pasok. Jika tenggat tiga bulan bisa dipenuhi, ekspor perdana diharapkan menjadi bukti keberlanjutan pasar bagi petani gambir Sumatera Barat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UMN Ubah Sampah Residu Jadi Arang dan Perkuat Pemasaran Digital
UMN mengolah sampah residu menjadi arang dan mengembangkan platform CRM untuk memperkuat pemasaran Bank Samp...
Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Penanganan Gempa NTT
Pemerintah menilai penanganan gempa NTT masih bisa dikelola sendiri sehingga belum membuka bantuan asing; id...
Lima Bandara di NTT Terdampak Gempa, Operasional Tetap Jalan
Kemenhub menyebut lima bandara di NTT terdampak gempa namun operasional tetap berjalan; inspeksi dan skema G...
PPKI: Langkah Awal Pembentukan Negara Pasca Proklamasi
PPKI menggelar sidang pertama pada 18 Agustus 1945 dan menetapkan UUD 1945, Soekarno-Hatta, serta pembentuka...
18 Agustus: Hari Konstitusi dan Hari Penelitian Kanker Payudara
18 Agustus 2026 diperingati sebagai Hari Konstitusi RI dan World Breast Cancer Research Day, sementara HUT M...
DKI Kirim Tenaga Medis dan Rp3,8 M Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI mengirim tenaga kesehatan dan bantuan Rp3,8 miliar untuk korban gempa NTT; dana dari ASN dan aja...