Dukcapil Cetak 758 Dokumen untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mempercepat pemulihan dokumen warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, layanan jemput bola dipusatkan di Desa Longko, Kecamatan Waeri'i, Kabupaten Manggarai, untuk mengganti dokumen yang hilang atau rusak.
Pelayanan cepat di Desa Longko
Layanan dilakukan bersama Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai dengan dukungan personel dan peralatan dari pusat. Warga yang mayoritas bekerja sebagai petani datang ke posko untuk mengurus pengganti dokumen tanpa prosedur berbelit.
Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Ditjen Dukcapil, Handayani Ningrum, menegaskan proses itu dibuat sederhana agar pemulihan administrasi pascabencana berjalan cepat.
"Kami memastikan setiap warga terdampak bencana yang dokumennya rusak atau hilang bisa mendapatkan gantinya. Saat itu, hari itu juga tanpa kerumitan prosedur."
Rekap dokumen yang dicetak hari ketiga
Dalam sekitar tujuh jam pelayanan di Desa Longko, petugas menerbitkan berbagai dokumen kependudukan. Penerbitan itu meliputi Kartu Keluarga, KTP elektronik, akta kelahiran, serta dokumen lainnya untuk kebutuhan administrasi dan bantuan.
| Jenis Dokumen | Jumlah (hari ketiga) |
|---|---|
| Kartu Keluarga | 59 |
| KTP elektronik (terbit) | 59 |
| KTP elektronik (perekaman baru) | 23 |
| Kutipan akta kelahiran | 35 |
| Akta perkawinan | 8 |
| Surat Keterangan Pindah WNI | 2 |
| Akta kematian | 1 |
| Penggantian foto KTP elektronik | 1 |
| Total hari ketiga | 188 |
| Akumulatif (3 hari di Kabupaten Manggarai) | 758 dokumen |
Dukungan pusat dan jangkauan ke pedalaman
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai, Yakobus Baggut, menyambut baik bantuan peralatan dan personel pusat. Ia mengatakan dukungan itu memudahkan tim daerah menjangkau warga hingga wilayah pedalaman.
"Bantuan peralatan layanan tambahan serta kehadiran personel pusat memberi kami energi baru. Kami akan semakin giat dan tak kenal lelah menyisir warga hingga ke pedalaman."
Kenapa dokumen penting bagi pemulihan
Dokumen kependudukan menjadi syarat utama untuk mengakses berbagai bantuan dan layanan pemerintah selama proses pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, Dukcapil menegaskan layanan akan terus diarahkan kepada warga yang masih membutuhkan pengganti dokumen.
Langkah jemput bola ini diharapkan mempercepat pemulihan administratif dan meminimalkan hambatan warga terdampak gempa dalam memperoleh bantuan serta layanan publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...