Menko PMK: Dua Titik Api di Bromo Harus Segera Dipadamkan
Menko PMK Pratikno meminta pemadaman dua titik api terakhir di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) segera dituntaskan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan pers di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026, setelah jumlah titik api berkurang dari 34 menjadi dua.
Situasi terkini di Bromo
Menurut Pratikno, upaya penanggulangan karhutla di wilayah Bromo menunjukkan kemajuan signifikan, namun masih ada dua titik api yang harus segera diatasi untuk mencegah kebakaran meluas. Pemerintah menargetkan pemadaman dilakukan secepat mungkin sesuai arahan Presiden.
“Memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Sebelumnya sudah mencapai 34 titik, sekarang tinggal dua titik api,”
Langkah penanggulangan yang dilakukan
Pemerintah pusat menyiapkan berbagai upaya untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran baru. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk membasahi kawasan yang terdampak.
“Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap kebakaran Bromo dan daerah lain, sehingga kita semua harus bekerja keras. BMKG dan BNPB terus mendeteksi potensi awan, sementara BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca,”
Secara garis besar, langkah yang ditempuh meliputi:
- Deteksi cuaca dan potensi hujan oleh BMKG.
- Persiapan operasi modifikasi cuaca oleh BNPB.
- Koordinasi dan kesiapsiagaan petugas lapangan untuk pemadaman titik api.
Imbauan kesiapsiagaan dan sinergi
Pratikno juga meminta pemerintah daerah, TNI, dan Polri meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, baik fase basah maupun kering. Ia memberi apresiasi kepada petugas gabungan, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Para kepala daerah, TNI, dan Polri harus bergerak cepat memadamkan potensi kebakaran serta mencegah bencana sejak dini. Dukungan masyarakat dan sinergi semua pihak menjadi kunci agar bencana segera berlalu dan tidak terulang,”
Koordinasi lintas lembaga dan dukungan masyarakat menjadi faktor penentu agar dua titik api segera padam dan kawasan TNBTS dapat pulih.
Pemantauan dan operasi penanggulangan akan berlanjut hingga seluruh titik api dipastikan padam dan risiko kebakaran susulan teratasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Hari UMKM Nasional: Sejarah, Makna, dan Tujuan 12 Agustus
Hari UMKM Nasional diperingati setiap 12 Agustus untuk menghargai pelaku usaha kecil dan menegaskan semangat...
Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 Diprediksi Hemat Rp8,9 T
Pembatasan Pertalite untuk desil 9-10 diperkirakan menghemat Rp8,9 triliun per tahun dengan dampak pada 17,4...
Menhan: Presiden Prabowo Veteran Pembela Timor Timur
Menhan Sjafrie menyebut Presiden Prabowo termasuk veteran pembela kemerdekaan di Timor Timur dan mengajak ge...
Tokoh di Balik Proklamasi 1945 dan Perannya dalam Kemerdekaan
Mengenal peran tokoh kunci Proklamasi 17 Agustus 1945, dari perumusan naskah hingga pengibaran Bendera Pusak...
KemenEkraf dan Bakom RI Perkuat Komunikasi untuk Pesta Rakyat HUT ke-81
KemenEkraf dan Bakom RI memperkuat komunikasi untuk mendukung Pesta Rakyat HUT ke-81, serta memperluas promo...
Laksamana Maeda dan Perannya dalam Perumusan Proklamasi
Laksamana Tadashi Maeda menyediakan kediamannya untuk perumusan naskah Proklamasi dan ditahan Sekutu hingga...