DWP Pusat Gelar Pelatihan Keuangan untuk Perkuat Tata Kelola
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat menggelar pelatihan keuangan di Gedung DWP Pusat, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus dalam menyusun laporan keuangan, literasi investasi, dan memperkuat tata kelola organisasi yang lebih transparan dan akuntabel.
Tujuan dan rangkaian kegiatan
Pelatihan dirancang untuk mendorong pengelolaan keuangan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan menghadirkan pemateri dari internal DWP dan praktisi perbankan untuk memberikan materi teknis dan kebijakan investasi.
Materi utama pelatihan
Beberapa topik utama yang dibahas meliputi penyusunan laporan keuangan, literasi keuangan, pemenuhan kewajiban perpajakan, serta prinsip investasi yang bijak.
Melalui literasi keuangan, para pengurus mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan laporan keuangan yang baik dan benar serta pemahaman investasi yang cerdas. Diharapkan dapat mendukung tata kelola organisasi DWP yang semakin profesional.
Ketua Umum DWP, Ida Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya pemahaman keuangan agar pengurus dapat menjalankan organisasi secara profesional dan transparan.
Penyusunan laporan keuangan memerlukan pemahaman terhadap komponen, prinsip, dan langkah-langkah pencatatan yang sistematis. Laporan yang baik mencerminkan akuntabilitas organisasi.
Materi laporan keuangan disampaikan oleh Ketua DWP Kementerian Kesehatan, Hatipah Haroen Al Rasyid, yang membawa pengalaman sebagai praktisi keuangan.
Perpajakan dan investasi
Peserta memperoleh pembahasan mengenai penggunaan Coretax untuk mendukung pemenuhan kewajiban perpajakan. Materi perpajakan mencakup:
- Pelaporan SPT
- Pembuatan bukti potong
- Penyetoran pajak
- Pemeriksaan saldo atau tunggakan
Untuk topik investasi, Vice President Government Business Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Heru Rizky Jiwayani, menyampaikan materi berjudul Smart Investment with Livin Investasi by Bank Mandiri. Ia mengajak peserta memahami investasi berdasarkan kebutuhan, tujuan, kemampuan, serta profil risiko.
Heru juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum mengambil utang dan menilai jenis serta tujuan penggunaan utang agar tidak menimbulkan beban keuangan.
Donasi dan kegiatan sosial
Pada kesempatan yang sama, DWP Pusat menyerahkan piagam penghargaan kepada donatur DWP Peduli dan peserta Charity Bazaar secara simbolis. Dana yang terkumpul dari bazar akan digunakan untuk membantu renovasi sekolah yang membutuhkan.
Dampak dan prospek
Melalui pelatihan dan kegiatan sosial, DWP Pusat berupaya memperkuat kapasitas pengurus sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Penguatan tata kelola keuangan diharapkan mendukung organisasi yang semakin profesional dan bertanggung jawab.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...