Taruna Merah Putih Gelar Diskusi Bung Karno di Warkop Surabaya
SURABAYA — Juru Bicara DPP PDI Perjuangan, Aryo Seno Bagaskoro, mengapresiasi kegiatan diskusi pemikiran Bung Karno yang digelar Taruna Merah Putih (TMP) Dukuh Pakis pada Selasa, 30 Juni 2026, di Warkop Emak Taman Eden, Surabaya. Kegiatan itu dinilai efektif mendekatkan figur proklamator kepada rakyat dan generasi muda melalui suasana egaliter warung kopi.
Diskusi Bung Karno di warung kopi
Acara yang mengusung tema "Warisi Apinya Bukan Abunya" diikuti sekitar 60 peserta. Diskusi bertujuan mengajak generasi muda memahami pemikiran Bung Karno lebih dari sekadar mengenal sebagai tokoh sejarah.
Ketua PAC Taruna Merah Putih Dukuh Pakis, Aline Budiono, menegaskan fokus pada edukasi politik bagi kaum muda agar tidak apatis terhadap isu bangsa yang berkembang.
Apresiasi dan kritik dari Aryo Seno
Aryo memuji pilihan tempat sebagai ruang bertemu rakyat dan anak muda. Menurutnya, Bung Karno lahir dari latar rakyat biasa dan memiliki karakter Arek Surabaya yang lantang menyuarakan kebenaran.
“Inilah kenapa hari ini saya mengapresiasi teman-teman bikin di warung kopi. Karena di warung itulah sebetulnya tempat rakyat bertemu, tempat anak-anak muda bertemu, dan saya kira ini tempat yang sangat efektif untuk bicara soal Bung Karno yang memang berangkat dari rakyat biasa, bukan bagian dari elit,”
Selain memuji, Aryo juga mengingatkan tentang tantangan kontemporer berupa upaya de-Soekarnoisasi yang menurutnya marak di platform seperti TikTok dan Twitter.
“Harusnya yang terdepan melawan upaya terstruktur itu ya di Kota Surabaya melalui anak-anak mudanya, melalui sinergi pemkotnya, melalui segala macam lapisan masyarakatnya,”
Tujuan, pesan, dan harapan penyelenggara
Aline menjelaskan diskusi ingin mendorong generasi muda agar melek terhadap pemikiran Bung Karno dan dapat menerapkannya untuk menghadapi tantangan zaman.
“Kita ingin mengajarkan kepada generasi muda supaya mereka melek terhadap pemikiran Bung Karno yang ada dan bisa menerapkannya ke depan,”
Ia menambahkan harapan agar pertemuan kolektif seperti ini berlanjut, mencetak generasi muda yang kritis dan peduli pada kondisi bangsa.
“Malam ini kita buktikan bahwa gen-z gaada yang apatis, kita melek sama bangsa sendiri, semoga pertemuan kita gak berhenti sampai disini,”
Implikasi dan langkah ke depan
Aryo menyatakan peringatan Bulan Bung Karno tahun ini menekankan makna substantif, tidak sekadar simbol. Salah satu langkah konkret adalah rekrutmen progresif anak muda menjadi pengurus partai untuk meneladani semangat politik Bung Karno.
Diskusi di warkop ini dipandang sebagai model komunikasi politik yang dekat dengan masyarakat. Jika berkelanjutan, kegiatan serupa dinilai dapat memperkuat pemahaman sejarah dan memitigasi narasi negatif yang beredar di media sosial.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Antrean Pelabuhan Ketapang
ASDP dan Pemkab Banyuwangi bersepakat percepat peningkatan dermaga, perluasan buffer zone, dan kapal bantuan...
AirNav Bantu Kampung Seling: Turbin PLTMH & Fasilitas Dasar
AirNav dan Pemkab Banyuwangi serahkan turbin PLTMH, musala, ruang kelas, dan sanitasi untuk Kampung Seling p...
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...
Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
Ratusan kader dan warga Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil Jumat malam untuk mengenang tujuh hari wa...