Sidoarjo Tata Parkir CFD untuk Jamin Akses Jemaat Gereja
SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten bersama DPRD dan Polresta menyepakati penataan ulang area parkir dan PKL di sekitar alun-alun Sidoarjo pada pelaksanaan car free day (CFD). Kesepakatan itu dibuat setelah audiensi antara perwakilan lima gereja terdampak dan pemangku kebijakan di Gedung DPRD Sidoarjo, Rabu (1/7/2026), untuk memastikan akses ibadah tidak terhambat.
Audiensi dan tuntutan gereja
Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo memfasilitasi pertemuan yang menghadirkan perwakilan gereja, Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas Polresta Sidoarjo, dan Bagian Hukum Pemkab. Pertemuan digelar untuk mencari solusi agar CFD tetap berjalan tanpa mengorbankan hak beribadah.
Kelima gereja yang hadir adalah:
- GPDI Elohim
- GKJW Sidoarjo
- GPIB Jemaat Bethesda
- GKI Sidoarjo
- Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata
Perwakilan gereja mengeluhkan parkir liar dan aktivitas PKL yang mempersempit akses keluar-masuk rumah ibadah. Mereka mengajukan empat tuntutan utama kepada Pemkab Sidoarjo:
- Pembukaan akses Jalan Kombes Pol M. Duryat pada jam ibadah.
- Penertiban parkir yang menghambat mobilitas jemaah.
- Penempatan personel Dishub di titik rawan kemacetan selama CFD.
- Penataan zonasi PKL, dengan opsi relokasi ke kawasan GOR/Ponti atau pembatasan area dagang hingga depan Kantor PLN Sidoarjo.
Kesepakatan dan langkah konkret
Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo, Raymond Tara Wahyudi, menyatakan semua pihak mencapai titik temu. Menurutnya, masalah utama bukan pelaksanaan CFD, melainkan parkir liar dan penataan UMKM yang kurang tertib.
"Rekomendasinya, titik-titik buka-tutup jalan akan dijaga petugas. Polresta juga memberikan personel sehingga mekanisme buka-tutup jalan dapat berjalan dengan baik dan akses jemaat tetap terlayani,"
Langkah ini akan mulai diterapkan pada pelaksanaan CFD pekan depan. Dishub dan Satlantas Polresta akan disiagakan di titik krusial, seperti Perempatan Jalan Kombes Pol M. Duryat dan Perempatan Jalan Kartini, untuk mengatur arus lalu lintas secara fleksibel saat jam ibadah.
Respon gereja dan rute alternatif
Sekretaris Majelis Umat Kristen Kabupaten Sidoarjo, Yonathan Toar, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemangku kebijakan. Dua poin dari tuntutan, yakni pembenahan akses langsung dan penertiban parkir liar di depan gereja, sudah diakomodasi oleh Kepala Dishub.
"Solusinya adalah pengalihan arus menuju Jalan Hang Tuah. Memang sedikit lebih jauh, tetapi itu merupakan solusi terbaik dari hasil pertemuan hari ini,"
Pihak gereja sepakat menerima rute alternatif dan berkomitmen menyosialisasikannya kepada jemaat agar mobilitas tetap lancar tanpa menutup total CFD.
Penutup
DPRD Kabupaten Sidoarjo menegaskan akan terus mengawal implementasi kesepakatan di lapangan. Harapannya, CFD tetap menjadi ruang interaksi publik, sementara hak konstitusional warga untuk beribadah terlindungi secara aman dan teratur.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPR Minta Pengusutan Tuntas Kekerasan Ibu terhadap Anak di Pamekasan
DPR minta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan ibu terhadap anak di Pademawu, Pamekasan, termasuk pemeriks...
PDI Perjuangan: Perubahan APBD Sumenep Harus Pro Rakyat
Fraksi PDI Perjuangan minta Perubahan APBD Sumenep 2026 tetap berpihak pada rakyat meski PAD naik dan belanj...
Surabaya Minta Perlindungan untuk Pedagang Pasar Tradisional
DPRD Surabaya dan APPSI minta pemerintah lindungi pedagang pasar tradisional dari tekanan pasar modern, dari...
DPRD Jember Minta Pangkas Anggaran Rp2,8 Miliar untuk Stiker Bantuan
DPRD Jember minta Pemkab memangkas anggaran Rp2,8 miliar untuk stiker bantuan dan mengusulkan satu jenis sti...
Jaranan Hiasi Peringatan Kemerdekaan di Trenggalek
Ribuan warga menyaksikan pagelaran jaranan di halaman DPC PDI Perjuangan Trenggalek, 17 Agustus 2026, sebaga...
ASN Banyuwangi Berbagi daftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS
ASN Banyuwangi Berbagi mendaftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan pada 17 Agustus 2026 untu...