Nasional

Dialog Kampus Harus Dijaga Meski Ada Perbedaan

Bagikan:
Mahasiswa berdiskusi di kampus sebagai simbol pentingnya ruang dialog akademik

Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi, menegaskan pentingnya menjaga ruang dialog di kampus menyusul pembubaran forum diskusi di Universitas Gadjah Mada. Pernyataan itu disampaikan pada keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026. Ia menilai perbedaan pendapat harus diselesaikan melalui argumentasi rasional agar gagasan dapat diuji secara terbuka.

Pentingnya ruang dialog akademik

Tunjung menyoroti tradisi panjang kampus sebagai tempat pertukaran gagasan. Menurutnya, tradisi itu merupakan bagian esensial dalam membangun budaya akademik dan menjaga kualitas pemikiran kritis.

Ia mengingatkan bahwa forum diskusi semestinya menjadi arena untuk mempertemukan pandangan berbeda, bukan ruang yang rawan pembubaran ketika muncul ketidaksepakatan.

Peran mahasiswa dan kualitas gagasan

Tunjung menekankan bahwa mahasiswa dikenal sebagai agen perubahan yang lahir dari kemampuan berpikir kritis dan menawarkan solusi. Oleh karena itu, kekuatan mahasiswa, katanya, terletak pada kualitas gagasan yang disampaikan.

Dengan menjaga tradisi dialog, kampus mampu melahirkan argumentasi yang matang dan solusi yang bertanggung jawab. Ia menilai, perbedaan pendapat sebaiknya disampaikan dan diuji secara rasional di ruang akademik.

"Forum diskusi semestinya menjadi ruang terbaik mempertemukan perbedaan pandangan. Jika ada keberatan, forum menjadi tempat menyampaikannya secara argumentatif," kata Tunjung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.

Harapan untuk tradisi intelektual dan demokrasi kampus

Tunjung berharap ruang akademik tetap menjadi wadah bertukar pandangan secara sehat. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat tradisi intelektual dan praktik demokrasi di lingkungan kampus.

Ia menegaskan bahwa pembubaran forum diskusi bukan solusi untuk perbedaan pendapat. Sebaliknya, pemeliharaan kultur dialog dinilai akan lebih efektif dalam menjaga kualitas debat akademik dan mendorong lahirnya gagasan konstruktif.

Dengan demikian, menurut Tunjung, upaya merawat budaya dialog di kampus menjadi kebutuhan untuk memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai ruang kritis dan solutif.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait