BRIN: Dentuman di Jawa Barat Bukan dari Antariksa
BRIN memastikan suara dentuman dan getaran yang menggema di sejumlah wilayah Jawa Barat pada Sabtu, 5 September 2026 bukan berasal dari antariksa. Peneliti Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, membantah dugaan fenomena space quake dan menyatakan belum ada indikasi benda langit besar yang melintas.
Pernyataan BRIN
BRIN menegaskan belum ditemukan bukti meteor besar atau gelombang kejut yang berasal dari luar angkasa. Peneliti utama menyorot tidak adanya saksi yang melihat meteor berukuran besar yang dapat menghasilkan dentuman sekuat itu.
Yang jelas bukan bersumber dari antariksa. Tidak ada fenomena space quake yang terasa atau terdengar di permukaan bumi.
Tidak ada saksi yang melihat meteor besar. Terutama yang melintas dan bisa menyebabkan gelombang kejut.
Indikasi lapangan dan dugaan sumber lokal
Meski menolak asal antariksa, Prof Thomas menyebut kemungkinan sumber suara berasal dari lokasi lokal di sekitar wilayah Bandung. Namun BRIN belum memastikan penyebab maupun mekanisme munculnya dentuman tersebut karena masih memerlukan data tambahan.
Pelaporan masyarakat menunjukkan dentuman dan getaran tercatat di beberapa provinsi sekitar. Daerah yang dilaporkan terdengar antara lain:
- Jawa Barat
- Banten
- Lampung
Diduga terkait erupsi Gunung Anak Krakatau
Badan Geologi mempertimbangkan keterkaitan antara dentuman di Jawa Barat dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Dugaan itu muncul karena waktu erupsi dan laporan dentuman bertepatan.
Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan
Kepala Badan Geologi menegaskan bahwa hubungan ini harus dikonfirmasi melalui pencocokan data antara pemantauan gunung api dan laporan masyarakat.
Energi akustik erupsi dan peristiwa sebelumnya
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyinggung bahwa erupsi eksplosif dapat menghasilkan energi akustik yang merambat jauh. Kasus rujukan adalah erupsi Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 yang menghasilkan kolom erupsi tinggi dan dentuman terdengar sampai Jawa Tengah.
Energi akustik erupsi dapat merambat hingga ratusan kilometer
Verifikasi data dan langkah berikutnya
BRIN dan Badan Geologi mengatakan perlu pencocokan data dari berbagai instansi untuk memastikan sumber dentuman. Pemantauan lanjut dan analisis sinyal akustik serta laporan lapangan akan menentukan apakah penyebabnya erupsi, fenomena lokal, atau sumber lain.
Hingga hasil pencocokan tersedia, sejumlah instansi terus memantau aktivitas dan menghimpun laporan masyarakat untuk menetapkan penyebab dentuman tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...