Nasional

Erupsi Anak Krakatau Diduga Picu Dentuman hingga Bandung

Bagikan:
Kolom erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi menghasilkan dentuman terdengar jauh

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menduga suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala PVMBG, Rita Susilawati, mengatakan energi akustik erupsi dapat merambat hingga ratusan kilometer. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers daring pada Sabtu, 45 September 2026.

Mengapa suara erupsi bisa terdengar jauh?

Rita menjelaskan bahwa beberapa erupsi gunung api, khususnya yang bersifat eksplosif, sering disertai dentuman keras. Menurutnya, energi akustik dari erupsi tersebut mampu menjalar jauh dan menimbulkan suara yang terdengar di daerah yang berjarak ratusan kilometer dari pusat erupsi.

"Berdasarkan pengamatan, beberapa erupsi gunung api biasanya disertai dentuman yang nyaring. Energi akustiknya dapat merambat hingga ratusan kilometer," kata Rita.

Perbandingan dengan erupsi Kelud 2014

PVMBG mencontohkan erupsi eksplosif Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 sebagai ilustrasi fenomena serupa. Saat itu, kolom erupsi Kelud mencapai sekitar 17 kilometer dan menghasilkan energi akustik yang sangat besar sehingga dentumannya terdengar di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

"Ini kami contohkan dengan erupsi eksplosif Gunung Kelud pada 13 Februari 2014. Suara dentumannya terdengar di sejumlah wilayah Jawa Tengah," ujar Rita.

Status investigasi PVMBG

Meski menduga kaitan dengan Anak Krakatau, PVMBG belum memastikan sumber dentuman yang dilaporkan masyarakat. Tim masih melakukan pencocokan antara waktu laporan dentuman dengan data aktivitas erupsi Anak Krakatau.

"Untuk penyebabnya tadi jadi seperti kami sampaikan. Kami memang menduga suara yang tadi karena berhubungan dengan erupsi Anak Krakatau," tambah Rita.

Rita menegaskan bahwa dugaan tersebut masih membutuhkan verifikasi melalui analisis data seismik, visual, dan pengamatan lapangan. Secara ilmiah, katanya, suara erupsi memang kemungkinan terdengar sampai jarak yang cukup jauh jika energi yang dilepaskan besar.

Implikasi dan tindak lanjut

PVMBG akan terus mencocokkan laporan masyarakat dengan rekaman dan pengamatan terkini untuk memastikan sumber dentuman. Hasil verifikasi penting untuk menentukan apakah kejadian itu berpotensi membahayakan masyarakat pesisir dan langkah komunikasi risiko yang diperlukan.

Pemantauan intensif tetap dilakukan agar informasi akurat dapat segera disampaikan ke publik jika ditemukan bukti kuat bahwa dentuman tersebut berasal dari aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait