Aprindo: Konsumen Kini Memprioritaskan Harga, Bukan Merek
Ketua Aprindo, Solihin, mengatakan daya beli masyarakat telah bergeser dari loyalitas merek ke pencarian harga lebih murah. Pernyataan itu disampaikan dalam acara kolaborasi Aprindo dan Universitas Bunda Mulia di Tangerang, Rabu 9 September 2026. Pergeseran ini terlihat pada perilaku belanja sehari-hari yang kini menempatkan harga sebagai faktor utama.
Pergeseran prioritas belanja konsumen
Menurut Solihin, konsumen dulu sangat loyal pada brand. Saat itu, merek menjadi tolok ukur utama dalam memilih produk. Kini pola tersebut berubah signifikan. Konsumen lebih memilih produk yang lebih murah selama kebutuhan dasar terpenuhi.
"Gini, kalau kita lihat daya beli masyarakat saat ini udah pasti bergeser, ya. Dulu kalau kita bicara harga, itu kan enggak menjadi nomor satu,"
"Contoh perempuan nih, dulu loyalitas terhadap brand luar biasa, kalau sampo aja, kalau enggak pakai merk tertentu enggak mau nyampo,"
"Sekarang, sudah pakai aja yang penting ada busanya deh, tapi harganya murah, gitu. Nah. apapun deh, saya enggak nyebut merek, apapun ya,"
Peralihan ini mendorong pelaku ritel menyesuaikan strategi harga dan promosi. Solihin menilai loyalitas merk masih ada, tetapi tidak sekuat sebelumnya ketika harga menjadi variabel dominan.
Indikator perbankan: data DPK dan respons pemerintah
Sebaliknya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai tanda-tanda penurunan daya beli tidak tercermin secara menyeluruh. Ia mengutip pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan sebagai indikator kepercayaan masyarakat dan kemampuan menabung.
"Kalau kita lihat DPK tumbuhnya double digit, ya?. Nah, itu kan kelihatan secara agregat pertumbuhan tabungannya naik,"
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat DPK perbankan per Juli 2026 tumbuh 11,21% secara tahunan menjadi Rp10.336 triliun, meningkat dari 10,21% pada Juni 2026. Deposito menjadi kontributor tertinggi.
| Komponen | Pertumbuhan YoY (%) | Catatan |
|---|---|---|
| DPK Total | 11,21 | Rp10.336 triliun per Juli 2026 |
| Deposito | 13,13 | Kontributor tertinggi |
| Giro | 11,81 | |
| Tabungan | 8,37 |
Purbaya menambahkan pemerintah dan otoritas keuangan telah menambah likuiditas pada Juli dan Agustus 2026 untuk mempercepat aktivitas ekonomi. Ia juga mengakui bahwa kelompok masyarakat tertentu masih merasakan tekanan ekonomi pada fase pemulihan.
"Ini kan kita baru keluar dari tekanan dari September tahun lalu, ini (ekonomi, Red) mulai gerak,"
"Triwulan kedua tahun ini memang ada turun sedikit, triwulan tiga kita harapkan naik. Jadi pasti gejolak seperti itu di titik-titik bawah itu pasti ada kondisi di mana ketika kita tidak mudah mencari uang,"
Implikasi dan prospek
Perpaduan perubahan preferensi konsumen dan data perbankan menunjukkan gambaran yang berlapis: di satu sisi permintaan menuju barang lebih murah meningkat, di sisi lain masyarakat secara agregat masih mampu menabung. Ke depan, pelaku ritel diperkirakan akan lebih agresif dalam penawaran harga, sementara kebijakan fiskal dan moneter berfokus meratakan manfaat pertumbuhan ekonomi agar kelompok rentan lebih cepat merasakan perbaikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...