Pengamat Tekankan 'The Indonesian Way' sebagai Jati Diri RRI
Paulus Widyanto menegaskan RRI harus mempertahankan jati diri dalam proses transformasi komunikasi nasional. Pernyataan itu disampaikan pada Sarasehan RRI "RRI Kemarin, Kini, dan Nanti" di Auditorium Yusuf Ronodipuro, Jakarta, Rabu, 9 September 2026. Ia meminta transformasi RRI berakar pada The Indonesian Way agar lembaga tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan demokrasi digital.
Perubahan paradigma komunikasi
Paulus menjelaskan bahwa hubungan antara masyarakat dan teknologi kini bersifat saling membentuk atau "co-construction of society and technology". Dampaknya terlihat pada perubahan peran audiens dan cara informasi beredar.
- Peralihan konsep audience menjadi user.
- Perubahan dari kondisi kelangkaan informasi menuju keberlimpahan.
- Meningkatnya risiko informasi yang hanya berupa data tanpa makna, atau disebut post-truth.
"Masyarakat diubah dan dikonstruksi terus-menerus oleh teknologi, namun, kemudian dikembangkan menjadi 'Co-construction of Society and Technology'. Jadi, masyarakat dan teknologi saling mengubah dirinya, seperti yang tadi disebutkan, paradigma Indonesia juga harus menjadi kata kunci."
Paradigma Indonesia sebagai jati diri RRI
Menurut Paulus, RRI perlu menjadikan The Indonesian Way—yang ia sebut sebagai Paradigma Bhinneka Tunggal Ika—sebagai dasar operasional. Paradigma ini berbeda dengan pendekatan Eropa atau Amerika dan menuntut kemandirian dalam menghadapi arus teknologi global.
"The Indonesian Way atau The Indonesian Paradigm yang saya sebut sebagai Paradigma Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus diresapi dan dilakukan oleh insan RRI atau kita semua bahwa paradigma kita berubah," ujarnya.
Implikasi bagi transformasi RRI
Paulus menyoroti pentingnya mengubah arus informasi menjadi pengetahuan yang bermakna. Ia mengingatkan bahwa mencapai masyarakat yang pintar dan cerdas pada 2045 memerlukan konten berkualitas, bukan sekadar arus informasi yang tak terverifikasi.
Dengan menempatkan kata kunci "Indonesia" sebagai landasan, RRI diharapkan mampu menjalankan transformasi yang berkelanjutan tanpa kehilangan identitasnya.
Konteks dan prospek
Penekanan pada The Indonesian Way muncul di tengah munculnya demokrasi yang dipengaruhi algoritma dan dominasi platform global. Paulus optimistis bahwa akar keindonesiaan akan memastikan eksistensi RRI ke depan.
"RRI, Indonesia menjadi kata kunci, paradigma Indonesia, 'The Indonesian Way' itu kata kuncinya. Sehingga saya tetap percaya bahwa Indonesia akan tetap eksis. Karena Indonesia eksis, maka RRI eksis."
Transformasi RRI ke depan harus memadukan kapasitas teknologi dengan nilai-nilai kebangsaan. Fokus pada penguatan identitas dapat menjadi penopang agar RRI tetap relevan dan dipercaya publik di era digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Film Na Willa Hidupkan Kenangan RRI di Era 1960-an
Film Na Willa karya Ryan Adriandhy menghadirkan RRI sebagai elemen penting dalam kenangan masa kecil era 196...
MenPPPA Dorong Kesetaraan Gender di Perkebunan Sawit
MenPPPA Arifah Fauzi mendorong pengarusutamaan gender di perkebunan sawit agar perempuan mendapat akses, upa...
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Tekan Harga
Pemerintah menambah satu juta ton beras SPHP untuk menjaga pasokan dan menekan kenaikan harga, disalurkan Ok...
Dari Radio Perjuangan ke Media Publik: 5 Fakta RRI
Lima fakta RRI: dari peran dalam perjuangan kemerdekaan hingga status LPP dengan 105 stasiun, termasuk 37 di...
BGN Dorong Delapan Kebiasaan Sehat dalam MBG di Sekolah
BGN mendorong delapan kebiasaan pada program MBG di sekolah untuk membentuk budaya hidup sehat, kebersihan,...
Erupsi Anak Krakatau: Perusahaan Diminta Perkuat Mitigasi
Perusahaan diminta memperkuat mitigasi karena Anak Krakatau berstatus Siaga; langkah evakuasi dan perlindung...