Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Tekan Harga
Pemerintah menambah alokasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras medium sebesar satu juta ton untuk menjaga pasokan dan menekan potensi kenaikan harga hingga akhir 2026. Keputusan itu disampaikan pejabat terkait di Jakarta dan rencana penyaluran ditargetkan pada Oktober–Desember 2026.
Rincian penambahan SPHP
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan realisasi SPHP sejauh ini mencapai 758 ribu ton, atau sekitar 91,55 persen dari alokasi awal 828 ribu ton. Tambahan satu juta ton diajukan untuk mendapat direktif Presiden dan akan direviu oleh Kementerian Keuangan terkait anggaran.
"SPHP kita tambah, beras medium. Untuk menekan harga, ini operasi pasar besar-besaran,"
Penambahan dialokasikan khusus untuk beras medium dengan tujuan menstabilkan harga di pasar ketika pasokan beras menjadi rentan.
Distribusi dan stok beras
Pemerintah merencanakan penyaluran tambahan SPHP pada periode Oktober hingga Desember 2026. Selain menambah pasokan medium, Bapanas meminta Perum Bulog mempercepat distribusi beras premium ke jaringan ritel modern melalui mekanisme business to business untuk memperkuat ketersediaan di pasar.
Bapanas mencatat stok beras Bulog mencapai sekitar 4,8 juta ton per 7 September 2026. Stok beras komersial yang dikelola Bulog tercatat sekitar 6,7 ribu ton.
Data harga dan inflasi
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren perbaikan harga beras pada awal September. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga beras turun menjadi 115 daerah, dari 147 daerah pada pekan terakhir Agustus.
Inflasi tahunan beras pada Agustus 2026 turun menjadi 2,77 persen dari 3,10 persen pada Juli. Secara bulanan, inflasi beras Agustus tercatat 0,42 persen, menurun dari 0,49 persen pada Juli dan tetap berada di bawah satu persen sepanjang 2026.
Dampak dan langkah ke depan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai tambahan SPHP perlu untuk menghadapi musim paceklik dan potensi kekeringan yang bisa mendorong kenaikan harga di sejumlah daerah.
"SPHP medium, kemarin 828 ribu ton, sudah tinggal 80 ribu lagi. Kita tambah lagi satu juta ton,"
Pemerintah berharap penambahan pasokan ini meredam kenaikan harga di tingkat konsumen. Keputusan final masih bergantung pada arahan Presiden dan hasil reviu anggaran oleh Kementerian Keuangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Dorong Delapan Kebiasaan Sehat dalam MBG di Sekolah
BGN mendorong delapan kebiasaan pada program MBG di sekolah untuk membentuk budaya hidup sehat, kebersihan,...
Erupsi Anak Krakatau: Perusahaan Diminta Perkuat Mitigasi
Perusahaan diminta memperkuat mitigasi karena Anak Krakatau berstatus Siaga; langkah evakuasi dan perlindung...
Kemenperin Perketat SNI Wadah Makan untuk Program MBG
Kemenperin memperketat pengawasan SNI wajib untuk food tray baja tahan karat seiring Program MBG, didukung P...
Wakil Ketua DPR: Standardisasi Jangan Marginalkan Petani Kecil
Chusnunia minta standardisasi industri tidak meminggirkan petani kecil; ia usulkan koperasi, pendampingan, d...
KSOP Banten dan SAR Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda
KSOP Banten dan tim SAR gabungan mencari lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda sejak 7 September 2026 s...
Prabowo Janji Bonus Rp3 Miliar untuk Emas Asian Games 2026
Presiden Prabowo menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi peraih emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan percepatan...