MenPPPA Pastikan Anak Terdampak MBG Mendapat Pendampingan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi memastikan anak-anak yang terdampak persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan pendampingan menyeluruh dari pemerintah. Pernyataan itu disampaikan saat wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 9 September 2026. Pemerintah juga sedang mengevaluasi pelaksanaan MBG untuk memastikan standar gizi dan perlindungan anak terpenuhi.
Pendampingan menyeluruh bagi anak terdampak
Arifah menegaskan pendampingan tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian terhadap dampak psikologis yang mungkin muncul. Ia menyatakan pemerintah berkolaborasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk memberikan penanganan yang tepat.
MBG itu kan program bagus untuk memberikan hak anak sebagai bagian dari warga negara Indonesia. Kalau memang masih ada kekurangannya, pemerintah juga sedang melakukan perbaikan-perbaikan.
Evaluasi pelaksanaan dan penindakan terhadap SPPG
Pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dengan memeriksa pelaksana program dan menindak Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar pelayanan pemenuhan gizi. Tujuannya adalah memastikan program berjalan sesuai standar dan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Jangan dilihat sepotong-sepotong, tapi lihatlah upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Khususnya untuk menyempurnakan dari kekurangan-kekurangan yang sekarang terjadi.
Dampak psikologis dan langkah edukasi
Arifah menyatakan persepsi dan pengalaman anak terhadap makanan dapat memengaruhi kondisi psikologisnya. Pemerintah menilai penting adanya edukasi serta pendampingan psikologis agar anak kembali merasa aman dan terlindungi.
Namanya anak-anak, apa yang dia lihat, apa yang diindera berpengaruh terhadap psikologisnya. Ini yang sedang kita dalami, kolaborasi dengan berbagai kementerian terkait dan pemerintah daerah.
Ia menambahkan bahwa reaksi terhadap pengalaman tersebut bisa berbeda antar anak, sehingga pendekatan penanganan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Bisa jadi iya, bisa jadi tidak, tergantung bagaimana kondisi si anak. Nah, ini kan perlu ada edukasi.
Skema penanganan dan prioritas
Secara garis besar, fokus pemerintah meliputi evaluasi pelaksanaan MBG, penindakan terhadap pelaksana yang melanggar standar, serta pendampingan psikologis dan edukasi untuk anak dan orang tua. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menjaga hak dan kesehatan anak serta memulihkan rasa aman setelah mengalami dampak program.
Penanganan dilakukan menyeluruh agar anak-anak tetap memperoleh perlindungan sesuai kebutuhan dan kondisinya, demikian yang ditegaskan MenPPPA.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Film Na Willa Hidupkan Kenangan RRI di Era 1960-an
Film Na Willa karya Ryan Adriandhy menghadirkan RRI sebagai elemen penting dalam kenangan masa kecil era 196...
MenPPPA Dorong Kesetaraan Gender di Perkebunan Sawit
MenPPPA Arifah Fauzi mendorong pengarusutamaan gender di perkebunan sawit agar perempuan mendapat akses, upa...
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Tekan Harga
Pemerintah menambah satu juta ton beras SPHP untuk menjaga pasokan dan menekan kenaikan harga, disalurkan Ok...
Dari Radio Perjuangan ke Media Publik: 5 Fakta RRI
Lima fakta RRI: dari peran dalam perjuangan kemerdekaan hingga status LPP dengan 105 stasiun, termasuk 37 di...
BGN Dorong Delapan Kebiasaan Sehat dalam MBG di Sekolah
BGN mendorong delapan kebiasaan pada program MBG di sekolah untuk membentuk budaya hidup sehat, kebersihan,...
Erupsi Anak Krakatau: Perusahaan Diminta Perkuat Mitigasi
Perusahaan diminta memperkuat mitigasi karena Anak Krakatau berstatus Siaga; langkah evakuasi dan perlindung...