Curiosity di Gunung Sharp: Menelusuri Lapisan Rahasia Mars
Curiosity di Gunung Sharp menjelajahi lapisan rahasia Mars pada 21 Juni 2026 dengan menelusuri variasi tekstur dan warna batuan yang tersingkap. Rover milik NASA ini sedang memetakan perubahan geologi di Gunung Sharp untuk memahami sejarah lingkungan Mars.
Penelusuran lapisan dan instrumen yang dipakai
Curiosity di Gunung Sharp bergerak melalui area berlapis yang menampilkan batuan gelap bertekstur kasar hingga lapisan halus dan terang. Pada sol 4920–4921, tim melaporkan rover menganalisis target seperti Salto La Cascada dan Puerto de Rosas.
Curiosity “menjelajahi band” geologi dengan variasi tekstur dan warna batuan.
Karena permukaan beberapa batuan tidak memungkinkan dibersihkan, tim menggunakan instrumen seperti APXS dan MAHLI untuk analisis kimia dan pencitraan mikro. ChemCam melakukan spektroskopi pada batuan bernama Kishuara dan bongkahan berlapis La Rosita. Sementara itu, Mastcam merekam mosaik fitur seperti saluran Valle Grande dan bukit Kimsa Chata, termasuk batu unik berbentuk kapal induk bernama El Matir.
Gangguan data dan rencana cadangan tim
Curiosity di Gunung Sharp mengalami kendala saat data dari rencana perjalanan sol 4923 tidak segera diterima di Bumi. Tanpa data itu, tim tidak bisa merencanakan manuver atau pengamatan detail yang spesifik.
Tim merespons dengan menyusun rencana tiga-sol berisi aktivitas alternatif. Rencana ini dirancang agar misi tetap produktif meski ada keterlambatan komunikasi.
- Pengambilan mosaik 360 derajat menggunakan Mastcam
- Pengukuran otomatis dengan AEGIS
- Survei debu dan pemantauan atmosfer
- Observasi jarak jauh unit terang di Mishe Mokwa
Analisis sementara dan langkah selanjutnya
Walau beberapa permukaan tidak dapat dibersihkan, ChemCam dan Mastcam tetap melakukan pengukuran compositional dan dokumentasi struktur berlapis. Kamera RMI juga memotret bukit Mishe Mokwa dan area bukit pasir yang menunjukkan variasi warna.
Data yang tertunda akan dimasukkan ke perencanaan selanjutnya. Curiosity dijadwalkan memasuki lapisan baru yang lebih halus dan berwarna terang untuk melanjutkan survei variasi geologi di Gunung Sharp.
Implikasi penelitian: Hasil pengamatan ini membantu ilmuwan menafsirkan kondisi lingkungan purba Mars, termasuk kemungkinan perubahan iklim dan keberadaan air di masa lalu.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
LSBA Bekasi Buka Kampus di Transpark, Perkuat Vokasi Anak Difabel
LSBA membuka kampus di LSPR Transpark Bekasi (15 Agus 2026) untuk memperkuat pendidikan vokasional anak berk...
BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
BRIN mengembangkan metode SERS berbasis nanopartikel perak yang mendeteksi deltamethrin pada teh hingga 0,01...
Pemuda Tangkap Isu Keberlanjutan Lewat Lensa: Living Knowledge Lab
15 pemuda dilatih literasi media, fotografi, dan keamanan digital dalam Living Knowledge Lab; karya mereka d...
BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral
BRIN temukan tiga kelompok umur batuan vulkanik Pacitan; temuan ini jadi petunjuk penting untuk identifikasi...
UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek hilirisasi energi senilai Rp618...
YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
YARSI menggelar pelatihan tenaga kependidikan dan kembangkan e-learning serta fasilitas untuk meningkatkan a...