Bulan Bung Karno 2026 Lamongan: AI, mural, dan konservasi mangrove
Lamongan — DPC PDI Perjuangan Lamongan membuka Bulan Bung Karno 2026 dengan rangkaian kegiatan bertema adaptif dan futuristik. Kegiatan digelar untuk mentransfer nilai nasionalisme Bung Karno kepada Generasi Z dan milenial melalui teknologi, seni visual, aksi lingkungan, dan kajian ideologis.
Wakil Bupati Lamongan sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyatakan program ini menyesuaikan cara komunikasi generasi muda yang hidup dalam ekosistem digital. Pelaksanaan berlangsung sepanjang rangkaian acara yang dikemas untuk menyentuh aspek visual dan kreatif generasi baru.
Sentuh Gen Z lewat kompetisi Video AI dan mural
Dalam upaya mendekatkan gagasan Bung Karno kepada anak muda, partai menggelar Lomba Video AI dan Lomba Mural. Kegiatan ini dirancang tidak sekadar mengikuti tren, melainkan menerjemahkan semangat proklamator ke bahasa visual dan digital yang relevan.
"Yang terpenting bukan teknologinya, melainkan pesan yang terkandung di dalamnya. Kami ingin generasi muda memahami bahwa nasionalisme bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menghadirkan gagasan Bung Karno dalam menjawab tantangan masa kini,"
Melalui kompetisi dan karya seni, penyelenggara berharap tercipta ruang ekspresi positif. Tujuannya adalah menumbuhkan nilai gotong royong, kemandirian, dan cinta tanah air di kalangan peserta muda.
Aksi nyata ekologi: konservasi mangrove berkelanjutan
Tidak hanya soal digital, agenda juga menyasar isu pesisir melalui program konservasi mangrove. Upaya ini dianggap krusial mengingat peran mangrove sebagai benteng alami terhadap abrasi dan penyangga ekosistem pesisir.
"Selain itu, juga sebagai penyangga utama ekosistem wilayah pesisir dan penopang keberlanjutan sektor perikanan yang menjadi salah satu pilar ekonomi daerah,"
Untuk memastikan dampak jangka panjang, DPC melibatkan masyarakat pesisir, kelompok nelayan, komunitas pemuda, serta elemen lokal dalam perawatan dan pengawasan berkala. Pendekatan ini dimaksudkan agar program berkelanjutan dan tidak sekadar seremonial.
Membumikan pemikiran Bung Karno untuk 'Lamongan Megilan'
Rangkaian acara juga mencakup Diskusi Bedah Buku Pemikiran Bung Karno. Diskusi ditujukan menerjemahkan konsep Berdikari ke kebijakan lokal yang konkret, seperti pemberdayaan UMKM dan penguatan sektor pertanian serta perikanan.
Dirham menjelaskan bahwa penciptaan lapangan kerja kreatif menjadi prioritas untuk menambah nilai ekonomi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi pentahelix—kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas—sebagai wujud gotong royong modern.
Secara keseluruhan, penyelenggara berharap kegiatan ini menumbuhkan pemahaman bahwa pemikiran Bung Karno relevan untuk menghadapi tantangan pembangunan modern dan mewujudkan Kejayaan Lamongan yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Nila Yani Raih Penghargaan Tokoh Penggerak UMKM Gresik 2026
Nila Yani Hardiyanti mendapat penghargaan PWI Gresik sebagai tokoh penggerak UMKM berkat peran aktifnya dala...
Andreas Minta Evaluasi KUR 17 Tahun agar UMKM Naik Kelas
Andreas Eddy minta evaluasi KUR 17 tahun di Batu, menekankan pendampingan dan validasi data untuk dorong UMK...
DPRD Jatim Siapkan Perda Transportasi Online untuk Lindungi Driver
DPRD Jatim menyusun Raperda transportasi berbasis aplikasi untuk kepastian tarif dan perlindungan driver, se...
PDI Perjuangan Dukung Pengembangan Kampus V UNESA di Kebonagung
PDI Perjuangan dukung rencana Kampus V UNESA di Kebonagung dengan catatan evaluasi Maospati, prodi sesuai po...
Sonny Dorong Swasembada Gula dan Perlindungan Petani Banyuwangi
Sonny T. Danaparamita mendorong penguatan kemitraan pabrik–petani dan pengawasan pasar untuk mewujudkan swas...
Pertumbuhan 5,29% Triwulan II 2026, DPR: Waspadai Perlambatan Industri
Said Abdullah apresiasi pertumbuhan 5,29% triwulan II 2026, namun ingatkan waspada perlambatan industri peng...