Politik

Sonny Dorong Swasembada Gula dan Perlindungan Petani Banyuwangi

Bagikan:
Anggota DPR Sonny T. Danaparamita berbicara soal swasembada gula dan perlindungan petani tebu di Banyuwangi

BANYUWANGI — Anggota Komisi IV DPR RI Sonny T. Danaparamita menegaskan komitmennya mengawal program swasembada gula nasional agar memberikan manfaat nyata bagi petani tebu di Kabupaten Banyuwangi. Ia meminta penguatan tata kelola dari hulu ke hilir, pengawasan kemitraan pabrik–petani, serta perlindungan terhadap pasar lokal untuk menjaga kesejahteraan petani.

Komitmen dan fokus kebijakan

Sonny mengatakan upaya kemandirian gula tidak cukup hanya menambah luas lahan. Menurutnya, perlu pendekatan menyeluruh yang meliputi peningkatan produksi, tata niaga, dan dukungan teknis untuk petani.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya mitigasi ekonomi agar transisi kebijakan tidak membebani konsumen maupun pelaku usaha.

Peran PG Glenmore dan penguatan kemitraan

Menurut Sonny, Banyuwangi sudah memiliki infrastruktur strategis berupa Pabrik Gula (PG) Glenmore yang mendukung peningkatan produksi gula nasional. Namun, tantangan utama adalah menjaga kestabilan rantai pasok tebu.

"Untuk Banyuwangi, kita sudah memiliki fasilitas modern seperti PG Glenmore. Tantangan saat ini bukan sekadar membuka lahan baru, melainkan menjaga stabilitas rantai pasok tebu dengan mengoptimalkan kemitraan bersama petani lokal,"

Ia meminta pemerintah memastikan aturan kemitraan diterapkan konsisten. Pabrik perlu berperan sebagai mitra yang memberi pembinaan, transfer teknologi, serta dukungan sarana dan prasarana bagi petani tebu.

Sonny juga menanggapi isu adanya pabrik yang diduga tidak menyerap hasil panen petani. Ia menegaskan jika terbukti terjadi pelanggaran, aparat harus bertindak sesuai aturan.

"Saya mendukung penegakan aturan terhadap pihak-pihak yang tidak menjalankan kewajiban kemitraan sebagaimana mestinya. Kepentingan petani harus menjadi prioritas,"

Pengawasan pasar dan tata niaga

Untuk melindungi produksi lokal, Sonny mendorong pengawasan ketat agar gula rafinasi impor tidak masuk ke pasar konsumsi umum. Menurutnya, masuknya gula impor ke saluran yang salah berpotensi menekan harga GKP (gula kristal putih) hasil petani.

Peningkatan produktivitas dan mitigasi risiko

Di bidang budidaya, Sonny mengusulkan penggunaan varietas bibit unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim. Ia juga mendorong program konsolidasi lahan agar pengelolaan kebun tebu rakyat menjadi lebih efisien dan produktif.

Selain itu, Sonny mengingatkan pemerintah mengantisipasi kenaikan biaya produksi selama masa transisi kebijakan, sehingga langkah menuju kemandirian gula tidak berdampak pada kenaikan harga kepada konsumen dan industri pengguna gula.

Prospek dan implikasi

Jika pengawasan kemitraan dan tata niaga diperkuat, program swasembada gula berpotensi meningkatkan pendapatan petani tebu dan ketahanan pangan industri pengolahan. Namun, keberhasilan bergantung pada implementasi kebijakan yang konsisten, dukungan teknologi, serta pengendalian arus impor yang tepat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait