Olahraga

Kekalahan dari China Jadi Motivasi Indonesia Jelang Thailand

Bagikan:
Tim basket putri Indonesia di Aichi International saat Asian Games 2026

Tim basket putri Indonesia mengakui keunggulan China 41-110 di Aichi International, Jepang, pada Senin, September 2026, namun tetap melaju sebagai runner-up Grup A ke babak perempat final. Kekalahan itu disebut pelatih sebagai pengalaman penting untuk mengukur kemampuan lawan-lawan elite Asia sebelum menghadapi Thailand pada 24 September 2026.

Kekalahan sebagai pelajaran

Indonesia kalah telak dari China dengan skor 41-110, namun hasil itu membuka kesempatan evaluasi. Kekalahan membantu tim melihat celah permainan yang harus diperbaiki, sekaligus mengukur standar fisik dan taktik lawan-lawan terbesar di benua.

Meski selisih skor besar, tim menunjukkan momen permainan yang menjanjikan, terutama pada kuarter awal yang memberi sinyal positif bagi pengembangan tim ke depan.

Reaksi pelatih dan kapten

Pelatih Kievinas Gitautas menilai kekalahan itu penting untuk pertumbuhan tim. Ia menyebut para pemain sudah menunjukkan mental bersaing dan respons yang baik meski menghadapi tim elite.

"Memang ada gap, tetapi saya senang dengan permainan kuarter pertama. Mereka bermain penuh animo, semoga bertahan lebih lama,"

Pelatih asal Lithuania itu juga menekankan sisi kemanusiaan lawan sebagai motivasi.

"Kami melihat mereka juga manusia dan merasakan kesakitan. Saya berharap kami segera percaya diri menghadapi tim elite lebih lama,"

Kapten tim, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, menyambut laga itu sebagai pengalaman berharga. Ia menyoroti kebangkitan tim setelah kuarter ketiga dan menegaskan komitmen untuk terus berkembang.

"Kami bangkit setelah kuarter ketiga. Pertandingan ini menjadi pengalaman bagus, dan kami harus terus berkembang menjadi lebih baik,"

Jadwal perempat final dan prospek lawan

Indonesia akan menghadapi Thailand di babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung di lokasi yang sama, Aichi International, pada Kamis, 24 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menerapkan perbaikan cepat yang telah diidentifikasi tim pelatih.

Perbaikan fokus pada pertahanan, transisi cepat, dan efisiensi tembakan akan menjadi kunci agar Indonesia mampu menekan Thailand dan melaju ke fase selanjutnya.

Secara keseluruhan, kekalahan dari China dipandang sebagai titik tolak pembelajaran menjelang pertandingan-pertandingan krusial di turnamen ini, dengan harapan tim tampil lebih siap dan percaya diri saat menghadapi lawan-lawan berikutnya.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait