Politik

DPRD Dukung Pemberdayaan Gen Z Berbasis Kampung di Surabaya

Bagikan:
Pelaku usaha Gen Z di kampung Surabaya mengikuti program pemberdayaan pemkot

Surabaya — Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mendukung penuh program pemberdayaan Gen Z berbasis kampung yang digagas Pemerintah Kota Surabaya. Ia menekankan pentingnya pendampingan intensif agar usaha rintisan anak muda tidak berhenti setelah mendapat stimulan, melainkan tumbuh dan bertahan jangka panjang. DPRD juga mendukung penganggaran program melalui APBD 2026, kata Anas dikutip Senin (21/9/2026).

Dukungan anggaran dan mekanisme stimulan

Pemkot Surabaya mengalokasikan Rp47 miliar khusus untuk kepemudaan. Melalui anggaran itu, kelompok maupun individu Gen Z mendapat stimulan sebesar Rp5 juta per bulan per kampung secara akumulasi. Penyaluran dilakukan melalui kecamatan sebagai leading sector.

Ragam usaha rintisan di tingkat kampung

Berbagai usaha rintisan kini muncul di sejumlah kampung. Bentuknya beragam, dari pengolahan produk pangan hingga layanan jasa. Berikut contoh usaha yang berkembang:

  • Pengolahan lele dengan memanfaatkan kolam kampung
  • Produksi telur asin
  • Pembuatan parfum
  • Jasa sablon
  • Cuci motor
  • Pengelolaan bank sampah dan komposter

Anas menilai geliat usaha ini mulai menunjukkan hasil dan menciptakan perputaran ekonomi di kampung.

Pentingnya pendampingan dan kapabilitas wirausaha

Meski anggaran tersedia, Anas menegaskan pendampingan harus serius. Tidak semua anak muda memiliki pengalaman kewirausahaan matang. Mereka butuh pembekalan praktik yang nyata.

"Kemandirian fiskal ini berhasil diciptakan oleh para Gen Z di tingkat kampung. Kami sangat mengapresiasi rintisan usaha yang sudah berjalan dan mulai menghasilkan cuan setiap bulan,"

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menciptakan produk, tetapi menjualnya di pasar. Ia menambahkan bahwa era media sosial memberi peluang bila kualitas produk terjaga.

"Bagi yang berhasil menciptakan produk, menjual adalah tantangan terbesar. Namun, saya yakin dengan era media sosial yang kuat saat ini, pasar bisa diciptakan selama kualitas produknya bagus,"

Karena itu, pendampingan perlu diarahkan pada kebutuhan nyata pelaku usaha. Fokusnya meliputi kemampuan pemasaran, pengelolaan usaha, dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas pasar.

Harapan: usaha berkelanjutan dan lapangan kerja

Anas berharap investasi pemerintah menghasilkan unit usaha yang mandiri. Ia memperingatkan agar program tidak sekadar mencetak banyak usaha yang gugur ketika dukungan awal berhenti.

"Keberlanjutan ini menjadi concern utama. Tidak sekadar berhasil membuat usaha, tapi kudu mlaku, lumintu, dan terus-menerus. Dengan begitu pengangguran bisa dikikis dari kampung,"

Dengan pendampingan konsisten, program pemberdayaan Gen Z berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru dan membuka lapangan kerja di lingkungan kampung. Akhirnya, kampung tidak sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang tumbuhnya usaha dan kreativitas anak muda Surabaya.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait